Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Tantangan Karangasem Biasakan Masyarakat Pilah Sampah Dari Rumah

Program tersebut menargetkan seluruh sampah rumah tangga dipilah sejak dari sumbernya

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Kepala Daerah se-Bali bersama Menteri LH Jumhur Hidayat mendeklarasikan Gerakan Bali 100 Persen Memilah Sampah. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA -  Upaya mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber kembali menjadi perhatian pemerintah setelah seluruh kepala daerah di Bali mengikuti rapat koordinasi Gerakan Bali 100 Persen Memilah Sampah di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (10/6).

Program tersebut menargetkan seluruh sampah rumah tangga dipilah sejak dari sumbernya, sehingga volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir dapat ditekan.

Langkah ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Bali, termasuk Karangasem.

Baca juga: TRAGIS, Suami di Jembrana Nekat Ulah Pati Dihadapan Istri dan Anak, Terungkap Pemicunya

Dalam rapat yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup RI dan Gubernur Bali tersebut, pemerintah daerah diminta memperkuat sistem pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga, sekolah, desa, hingga sektor usaha.

Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.

Baca juga: Denpasar Tak Aman? Komplotan Begal Beraksi di Renon, Korban Dianiaya Secara Brutal

Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.


"Persoalan terbesar bukan hanya pada pengangkutan atau pengolahan, tetapi bagaimana masyarakat mulai membiasakan memilah sampah sejak dari rumah," ujarnya.


Karangasem sendiri berencana memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah, komunitas, dan pelaku usaha untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah tersebut dinilai penting mengingat persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.


Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu prioritas karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sektor pariwisata.


Melalui gerakan ini, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menandatangani komitmen bersama, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi langkah nyata di lapangan agar target pengurangan sampah dapat tercapai. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved