Sekitar 49 Ribu Warga KIS-PBI di Tabanan Masih Non Aktif, Dinsos Janji Siapkan Data Maret Mendatang
Dinsos Janji Siapkan Data Maret Mendatang, Lakukan Verifikasi Data Ulang Ke Setiap Banjar, 49 Ribu Warga KIS-PBI Masih Non Aktif
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Puluhan ribu pemegang Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) kini nasibnya belum jelas.
Belum ada solusi mengenai penonaktifan sebanyak 49.064 KIS PBI dari total jumlah penerima sebanyak 122.388 jiwa di Tabanan pasca Kabupaten Tabanan, Bali hanya mendapat dana sharing dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp 17 Miliar.
Belum ada pembahasan lanjutan mengenai hal ini.
Pemerintah hingga saat ini berdalih masih melakukan pendataan ulang peserta KIS PBI ini.
• TERKINI: Jenazah Ashraf Sinclair Tiba di Rumah Duka, BCL Tertunduk dengan Mata Sembab
• Dituangkan dalam Buku Terbitan 1981, Penulis Ini Telah Prediksi Munculnya Virus Corona
• Firasat? Malam Sebelum Ashraf Meninggal, Perasan BCL Saat Nyanyikan Romantis dari Khahitna Gemeter
Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga mengatakan, beberapa kali pembahasan terkait BPJS masih belum menemui titik terang.
Hanya saja, sesuai dengan hasil dari rapat intern antara dewan dengan eksekutif ada beberapa langkah yang akan dilakukan.
Diantaranya, untuk langkah preventif akan akan melakukan pendataan ulang dengan valid sehingga tak ada lagi nanti data double lagi.
Kemudian, jika nanti masih ada kekurangan anggaran, akan ada addendum untuk ditutup di anggaran perubahan.
"Intinya saya ingin langkah yang tak mengecewakan masyarakat. Saya ingin selesaikan semuanya karena merupakan kewajiban dari pemerintah dilakukan," tegasnya, Senin (17/2/2020).
Dirga melanjutkan, setelah itu barulah kita akan lakukan rapat paripurna.
Setelah itu, hasil rapat akan direkomendasi oleh dewan kepada eksekutif.
"Data yang kemarin itu (49 ribu non aktif) karena kebutuhan yang mendesak. Sehingga jika tidak menyetorkan data awal akan berdampak ke hal-hal lainnya yang justru ditakutkan menimbulkan hal yang tak diinginkan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan mengatakan, jumlah 49.064 jiwa KIS PBI tersebut masih menyandang status nonaktif atau tak bisa digunakan.
Ia berdalih masih melakukan pendataan seluruh peserta KIS PBI dengan menggandeng pihak desa untuk turun ke semua masyarakat.
Apalagi sebelumnya, ada data sekitar 800 peserta justru dikembalikan oleh BPJS Kesehatan karena data tersebut ganda dan sudah meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kartu-bpjs_20160120_204404.jpg)