Ruas Jalan Culali Bangli Kembali Ambles Hingga 15 Meter
Ruas jalan di jalur Culali kembali jebol, Pengikisan yang terus menerus terjadi akhirnya berdampak amblesnya lapisan aspal badan jalan tersebut.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Ruas jalan di jalur Culali, Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli, Bali, dilaporkan kembali jebol.
Jalan yang menjadi jalur perlintasan truk pengangkut pasir itu ambles mencapai 15 meter.
Kondisi tersebut disinyalir akibat dampak musim penghujan.
Perbekel Desa Batur Selatan, I Gede Sarjana, Selasa (25/2/2020) menuturkan, hujan deras yang terjadi sejak beberapa hari terakhir berimbas pada terkikisnya badan jalan.
• Live Streaming Babak Kedua Bali United 0 vs 2 Svay Rieng: Menanti Comeback Serdadu Tridatu
• ForBali dan Walhi Protes, Status Teluk Benoa Sebagai Kawasan Koservasi Hilang
• Menjijikan, 77 Siswa Seminari di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia
Pengikisan yang terus menerus terjadi akhirnya berdampak pada amblesnya lapisan aspal badan jalan tersebut.
“Saya dapat informasi kejadiannya baru tadi sekitar jam 14.00 Wita. Lokasinya berada di tikungan dekat Pura Mas Munduk,” ucapnya.
Panjang jalan yang kini amblas diperkirakan mencapai 10 hingga 15 meter.
Sedangkan lebarnya hampir mencapai setengah badan jalan.
Sarjana tidak memungkiri kondisi ini membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas.
Terlebih mengingat saat ini masih memasuki musim penghujan.
Sarjana khawatir jika tidak segera diperbaiki akan berdampak pada kerusakan yang makin parah.
“Kalau ini tidak segera diatasi, musim penghujan ini bisa putus jalannya,” ujarnya.
Proyek peningkatan jalur culali sejatinya kelar pada akhir tahun 2018 silam.
Kendati demikian, beberapa bulan pasca berakhirnya kegiatan justru diketahui sejumlah kerusakan.
Sarjana mengaku sudah berulang kali melaporkan kerusakan jalan ini.
Namun oleh pihak rekanan, penanganan justru dilakukan dengan cara mengurug dengan limbah.
“Jadi tidak diperbaiki, melainkan diurug saja dengan limbah sisa material berupa kerikil dan pasir,” ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan warga Dusun Yeh Mampeh, I Wayan Badan.
Ia berkata, kerusakan jalur culali sudah diketahui sejak penyerahan, sekitar tahun 2018 silam.
Walau demikian, kerusakan hanya diurug tanpa ditambah senderan.
Badan juga mengatakan kerusakan kian bertambah saat memasuki musim penghujan tahun 2019 silam.
Dan pada musim penghujan tahun 2020 ini, ia mengakui kerusakan di beberapa titik tersebut semakin bertambah parah.
“Kerusakan ini sudah terjadi sekitar enam hari lalu, saat wilayah sekitar terjadi hujan deras. Para supir truk sebenarnya sudah sempat menghungkapkan hal ini. Cuma bagaimana, pihak dinas yang menangani cenderung tidak ada perhatian,” ujarnya.
Pria yang juga melakoni usaha budidaya cacing ini tidak menampik sejak terjadi kerusakan, tak sedikit pengendara jalan yang mengalami kecelakaan.
Khususnya bagi wisatawan yang hendak camping.
“Kerusakan jalan rata-rata mencapai belasan meter, sedangkan lebarnya hampir mencapai setengah ruas jalan. Kalau dibawahnya mungkin sudah sampai setengah ruas jalan. Karena air ini membuat semacam terowongan, sehingga rawan jebol,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika belum bisa dikonfirmasi ihwal kerusakan jalan tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-pengguna-jalan-ketika-melintas-di-jalur-culali.jpg)