Diguyur Hujan Deras, Umat Katolik Tetap Padati Gereja Katedral Denpasar Jalani Misa Rabu Abu

Meski basah akibat diguyur hujan, namun tidak menyurutkan kekhusukan umat dalam mengawali Masa Pra Paskah atau masa pertobatan selama 40 hari kedepan.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Umat Katolik melaksanakan Misa Rabu Abu, di Gereja Katedral Denpasar, Rabu (26/2/2020) pagi. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan umat Katolik tetap memadati Gereja Katedral Denpasar untuk melaksanakan Misa Rabu Abu meski diiringi hujan deras disertai angin sejak pukul 06.00 WITA, Rabu (26/2/2020).

Misa Rabu Abu dimulai pukul 06.30 WITA umat yang datang terlihat masuk halaman gereja menggunakan payung atau jas hujan setelah memarkirkan motor mereka.

Meski basah akibat diguyur hujan, namun tidak menyurutkan kekhusukan umat dalam mengawali Masa Pra Paskah atau masa pertobatan selama 40 hari kedepan.

Misa Rabu Abu dipimpin oleh Romo Alfredus Roni Bere, membuka prakata ibadahnya Romo mengatakan bahwa hujan pagi ini menjadi berkat bagi umat yang hadir sebagai bagian dari pertobatan.

BMKG: Kondisi Cuaca Ekstrem Semakin Sering Sejak 30 Tahun Terakhir

7 Tips Untuk Para Milenial Agar Bisa Sukses di Tempat Kerja

Segeralah Mengundurkan Diri, Jika Hari Pertama Kamu Bekerja Mendapatkan 3 Perilaku Ini

"Pagi hari ini meski diguyur hujan namun tetap bersemangat mengikuti Misa Rabu Abu, bangku di dalam gereja juga penuh, ini bagian dari semangat pertobatan," kata Romo Roni

Romo mengatakan, Rabu Abu adalah awal masa pertobatan selama 40 hari menjelang Paskah Hari Kebangkitan Yesus Kristus.

Pada Misa Rabu Abu umat diberikan tanda salib di dahi menggunakan abu yang telah diperciki air suci sebagai tanda pertobatan tersebut.

Selama masa pra paskah umat menjalani puasa dan pantang.

Puasa dalam Katolik adalah makan kenyang hanya satu kali dalam sehari sedangkan pantang adalah dengan menghindari hal yang disenangi misal makan daging, merokok, ngopi, nonton film dan sebagainya.

"Puasa diwajibkan untuk usia dewasa 18 tahun hingga 60 tahun, kalau pantang wajib bagi umat Katolik di atas 14 tahun," ujarnya

Puasa wajib dilakukan pada Hari Rabu Abu dan Jumat Agung hari peringatan saat Yesus disalibkan dan wafat, sedangkan pantang bagi umat Katolik wajib dilakukan setiap hari Jumat selama masa Pra Paskah.

"Pantang dan puasa bagi umat Katolik sebagai tanda pertobatan, silih atas dosa, turut ambil bagian dalam sengsara Yesus dan berdoa bagi perdamaian dunia, pada masa Pra Paskah umat juga diminta untuk menyisihkan uang yang biasa dipakai untuk jajan agar disedekahkan," katanya.

Untuk diketahui, Misa Rabu Abu di Gereja Katedral Denpasar dilaksanakan dalam tiga kali misa yakni pukul 06.30 WITA, pukul 17.30 WITA dan pukul 20.00 WITA.

Gereja Emanuel misa pertama pukul 06.00 WITA dan misa kedua pukul 17.30 WITA. Gereja Longginus Kepaon hanya menggelar satu kali Misa Rabu Abu pukul 17.30 WITA. (*)

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved