Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dampak Virus Corona: Turis ke Bali Menurun Drastis & Sudah Ada Karyawan Restoran Dirumahkan

Dampak virus Corona sangat terasa bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung yang bertumpu pada dunia pariwisata.

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ady Sucipto
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas keamanan bandara berjaga saat wisatawan asal China baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (28/1/2020). Saat ini ada sekitar 40.000 penumpang keberangkatan dan kedatangan internasional yang hilir mudik ke Bandara Soekarno-Hatta. Data terakhir mencatat wabah Corona sudah menjangkiti 4.500 orang dan menewaskan 106 orang di China. 

Dampak Virus Corona: Turis ke Bali Menurun Drastis & Sudah Ada Karyawan Restoran Dirumahkan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Dampak virus Corona sangat terasa bagi Bali, khususnya Kabupaten Badung yang bertumpu pada dunia pariwisata.

Penyebaran Corona di sejumlah negara membuat kunjungan wisatawan dan okupansi (tingkat hunian) hotel di Badung menurun drastis.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Putu Astawa, daerah paling terdampak adalah ‘ kampung-kampung turis di Bali ’ seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu. 

“Maka dari itu, sudah ada sejumlah hotel yang meliburkan karyawannya beberapa hari,” kata Astawa saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Rabu (26/2).

PHR Dibebaskan 6 Bulan Kabupaten Terkaya di Bali Ini Terancam Kehilangan Rp 1,6 T, Begini Dampaknya

Selain itu pihaknya juga menerima laporan sudah ada beberapa karyawan yang dirumahkan, seperti restoran yang khusus menyasar pasar wisatawan China.

Astawa mengungkapkan, turis China yang membatalkan kunjungannya ke Bali sampai akhir Februari nanti sekitar 20 ribu sampai 25 ribu.

Dikatakan Astawa, sebuah hotel dengan tidak adanya wisatawan China maka okupansi atau tingkat huniannya berkisar antara 50-60 persen atau rata-rata 55 persen.

“Biasanya okupansi hotel rata-rata dalam keadaan low season adalah 65 persen.

Tetapi dengan adanya kasus Corona ini turun sekitar 10 sampai 15 persen,” ujarnya.

Astawa berharap Pemerintah Pusat membuka penerbangan langsung dengan rute yang lain selain China, seperti penerbangan langsung dari India.

“Karena sementara penerbangan China sudah tidak ada.

Kemudian ada slot di bandara untuk bisa diterbangi pesawat yang lain.

Kebetulan yang sedang mengalami perkembangan untuk datang ke Bali berasal dari India,” jelasnya.

Kunjungan turis India ke Bali menempati urutan ketiga setelah Australia dan China.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved