Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Teka-teki Wabah Virus Corona, Beberapa Skenario Hewan Penyebar Wabah Muncul

Ketika para ilmuwan berupaya memecahkan kode virus baru yang diambil dari tubuh pasien, kelelawar di China ikut tersangkut.

Kompas.com/Markus Yuwono
Kuliner Kelelawar atau Codot Goreng di Kecamatan Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta 

"Pasar hewan liar menyediakan kondisi ideal untuk terjadinya tumpahan penyakit dari satu spesies ke yang lain, termasuk ke manusia," ujarnya.

Pasar hewan di Wuhan, yang ditutup sesudah wabah, memiliki bagian khusus hewan liar.

Di situ hewan hidup dan yang sudah dipotong dijual, termasuk bagian tubuh unta, koala, dan burung.

Laporan koran The Guardian menyebutkan, ada toko yang menyediakan anak serigala, jangkrik emas, kalajengking, tikus bambu, tupai, rubah, musang, landak, salamander, kura-kura, dan buaya.

Sejauh yang diketahui, kelelawar dan trenggiling tak ada di daftar, tetapi pihak berwenang di China punya informasi intelijen hewan apa saja yang dijual di sana, kata Prof Ball.

"Kita ingin tahu apakah ini sesuatu yang terjadi lagi karena ini penting dari kacamata kesehatan masyarakat," katanya.

"Juga penting untuk tahu secara persis spesies hewan apa yang ada dan kondisi apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa tumpahan itu".

Banyak virus yang kita kenali sekarang ini tiba melalui hewan liar.

Misalnya Ebola, HIV, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), dan kini virus corona.

"Jika kita paham faktor-faktor yang mendatangkan risiko, kita bisa mencegah hal ini terjadi tanpa harus membawa pengaruh buruk kepada hewan liar," kata Prof Cunningham.

Para pegiat lingkungan kepayahan meyakinkan bahwa sekalipun kelelawar membawa banyak virus, mereka juga amat penting bagi kelangsungan ekosistem.

"Kelelawar pemakan serangga, makan serangga dalam jumlah banyak seperti nyamuk dan hama pertanian. Kelelawar buah melakukan penyilangan pohon dan penyebaran bibit," katanya.

"Penting sekali spesies-spesies ini tidak dibunuh dengan alasan keliru untuk 'mengendalikan penyakit'," katanya.

Sesudah wabah SARS pada tahun 2002-2003 yang disebabkan oleh virus corona yang sangat mirip ada larangan sementara terhadap pasar hewan liar.

Namun, dengan cepat pasar seperti itu muncul lagi di seluruh China, Vietnam, dan bagian-bagian lain Asia Tenggara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved