Sampah Kiriman di Badung Capai 30 Ton Perhari, DLHK Badung Kewalahan
Sampah Kiriman di Badung Capai 30 Ton Perhari, DLHK Kewalahan Bersihkan Sampah Pantai Karena Kekurangan Alat Berat
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hingga akhir Januari 2020 sampah kiriman yang menerjang sepanjang bibir pantai di Badung, Bali, ternyata masih banyak.
Bahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung mencatat terdapat 30 Ton Sampah kiriman per harinya.
Banyaknya sampah kiriman membuat DLHK setempat sedikit kewalahan menanganinya, lantaran masih kurangnya alat berat atau loader yang digunakan untuk membersihkan sampah.
Dari puluhan kilometer bentangan pantai di Badung DLHK Badung hanya menggunakan 4 Loader untuk membersihkannya.
• Di Hari Kuningan, Bupati Banyuwangi Ucapkan Terima Kasih kepada Umat Hindu
• Pada Hari Raya Kuningan, Bupati Anas: Terima Kasih Umat Hindu
• 5 Fakta tentang Pierre Coffin, Kreator Minions yang juga Putra Sastrawan Legendaris Indonesia
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, A.A Gede Agung Dalem mengatakan pembersihan bibir pantai dilakukan secara bergiliran dari zona ke zona yang lainnya.
Pihaknya juga tak menampik jika sampah yang dihasilkan untuk sampah kiriman mencapai 30 Ton perhari.
"Pembersihan kita bagi menjadi 12 zona. Setiap zona minimal panjangnya 1,2 km. Jadi pembersihan untuk sampah berat kita lakukan secara bergiliran dengan sampah yang dihasilkan rata-rata 60 Ton per dua hari," jelasnya saat dikonfirmasi Minggu (1/3/2020).
Pihaknya mengatakan pembersihan sampah besar dilakukan bergilir lantaran di Badung hanya terdapat 4 loader.
Semua loader itu pun harus membersihkan 12 zona yang ada.
"Jelas kalau memaksimalkan pembersihan, kita kekurangan loader. Minimal 1 zona ada 1 unit alat berat atau loader," katanya.
Pihaknya menjelaskan dalam membersihkan bibir pantai di Gumi keris, diturunkan sebanyak 700 tenaga kerja DLHK.
Bahkan selain dibantu dengan 4 loader, pembersihan juga dibantu 2 unit barber cleaner untuk finising sampah-sampah yang kecil.
"Untuk sementara ini kita bisa membersihkan sampah tersebut. Hanya saja mobilisasi alatnya agak lama dari zona satu kezona yang lain. Kita bersihkan secara bertahap saja," ungkapnya
Lebih lanjut mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Badung itu menjelaskan sebagian besar sampah yang dihasilkan adalah sampah Kayu.
Nah sampah kayu itu pun ditampung dan di bawa ke TPST di Mengwitani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pegawai-dlhk-kabupaten-badung-saat-melakukan-pembersihan.jpg)