WNA yang Terjangkit Virus Corona Memiliki Riwayat Perjalanan ke Bali
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) memiliki riwayat perjalanan ke Bali
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) dinyatakan positif terkena virus corona (Covid-19) memiliki riwayat perjalanan ke Bali.
Beberapa WNA itu diantaranya yakni dari Tiongkok, Jepang dan juga Selandia Baru.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali I Dewa Made Indra mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran dan pengendalian dampak.
• Kisah Kamar Keramat di Hotel Grand Inna Bali Beach, Tetap Utuh Meski Kamar Lain Terbakar Hebat
“Jadi di mana warga negara asing itu pernah tinggal, penginapannya sudah dicek,” kata Sekda Dewa Indra di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Senin (2/3/2020).
Selain itu, kata Dewa Indra, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan survailens dengan orang yang pernah melakukan kontak dengan WNA tersebut.
Pun sudah dilakukan pemeriksaan dan hingga saat ini masih tetap dalam pengawasan untuk dicek sampel darahnya dan diamati suhu tubuhnya.
• Paulo Sergio dan Spaso Entah Kemana, Bali United Bermain Imbang Tanpa Gol Kontra Persita
“Jadi sampel darahnya sudah dikirim ke lab,” tutur eks Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Bali itu. Ditegaskan olehnya, sampai saat ini tidak ada yang ditemukan positif terjangkit virus corona.
Sebelumnya, dua orang warga Indonesia dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Hal itu diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.
Menurut Jokowi, dua WNI itu tersebut sempat kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.
Warga Jepang itu terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.
Tim Kemenkes pun melakukan penelusuran.
"Orang jepang ke Indonesia bertamu siapa, ditelusuri dan ketemu. Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun," kata Jokowi.
"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," tutur Presiden.
Namun, Jokowi belum mau mengungkapkan ibu dan anak itu berada di daerah mana.
Ia hanya memastikan keduanya di Indonesia.
"Di indonesia. Sudah di rumah sakit," kata Jokowi.
Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengaku, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali masih melakukan pendataan terkait persediaan ruang isolasi di sejumlah rumah sakit.
“Bali sedang kita data pasti angkanya, karena ini (ruang isolasi) tersebar, baik di rumah sakit swasta ataupun di rumah sakit pemerintah yang ada di masing-masing kabupaten-kabupaten,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/3/2020).
Oleh karena itu, lanjutnya, kita perlu mendapatkan data pasti terkait keberadaan ruang isolasi tersebut.
Cok Ace mengimbau, jika terdapat pasien yang terjangkit virus corona jangan buru-buru dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.
Pasien bisa dirawat di rumah sakit lain yang juga memiliki kapasitas ruang isolasi, termasuk rumah sakit swasta.
Upaya itu dilakukan karena sampai saat ini jumlah ruang isolasi di RSUP Sanglah masih terbatas.
Selain itu, Cok Ace juga mengaku sedang memikirkan plan b terkait dengan wabah virus corona ini.
Jika nantinya virus corona di Bali melebihi dari kapasitas ruang isolasi yang ada, maka akan ada sesuatu yang akan dilakukan oleh pihaknya.
“Nah (sesuatu) ini sedang kita susun siang ini, mudah-mudahan besok sudah ada beritanya,” kata dia.
Pihaknya juga mengaku akan membuat posko layanan berkaitan dengan virus corona seperti yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Bahkan, Pemprov Bali akan mendirikan posko itu secara tersentralisasi di rumah sakit tertentu.
“Ini akan menjadi salah satu alternatif kita yang sedang kita bahas, mudah-mudahan akan segera kita bisa jawab,” harapnya.
Dalam menentukan keberadaan posko itu, Cok Ace mengaku akan melihat semua kemungkinan.
Kemungkinan-kemungkinan yang dinilai mulai dari pencapaian suatu rumah sakit, lingkungan, termasuk arah angin.
“Kita tidak ingin memberikan dampak yang tidak bagus kepada lingkungan,” tuturnya.
Namun Cok Ace mengaku belum bisa menegaskan di mana posko ini akan dibangun.
Kemungkinan besar posko akan dibangun di Denpasar karena melihat populasi penduduknya yang paling tinggi.
Panglingsir Puri Ubud itu juga mengatakan, wabah virus corona ini menyebabkan adanya paradoks.
Di satu sisi, pihaknya harus tetap menjaga keberadaan perekonomian Bali agar tidak terlalu jeblok.
Pada saat meletusnya Gunung Agung beberapa tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Bali sudah turun menjadi 3,9.
Terlebih saat ini di tengah mewabahnya virus corona yang tidak ada kepastian kapan akan berakhir tentu mempunyai risiko yang lebih tinggi ketimbang saat Gunung Agung meletus.
“Ini yang harus dijaga juga,” jelas Cok Ace yang juga sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu.
Kemudian di lain sisi, pihaknya juga perlu menjaga kesehatan masyarakat, termasuk dari segi psikologis.
“Jadi kami harus terbuka kepada masyarakat, tapi apapun berita tersebut jangan sampai membuat kepanikan di masyarakat,” harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penanganan-virus-corona-tips-menghindari-virus-corona.jpg)