Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dampak Anjloknya Kunjungan Wisatawan di Gianyar, Hari Kerja Karyawan Dikurangi

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gianyar, yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (3/3/2020), angka kunjungan stagnan di angka 100 ribu lebih.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa
Taman Gili Dukuh, Pada hari raya Kuningan dan umanis Kuningan, Minggu (4/8) kemarin, obyek wisata baru di Blahkiuh ramai pengunjung. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Virus corona yang mewabah di sejumlah negara, benar-benar ‘membanting’ kondisi pariwisata di Kabupaten Gianyar.

Bahkan sejumlah akomodasi pariwisata saat ini, telah mengurangi hari kerja paryawannya. Sementara di destinasi pariwisata, angka kunjungan mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gianyar, yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (3/3/2020), angka kunjungan stagnan di angka 100 ribu lebih.

Rinciannya, Januari 2019 sebanyak 103 ribu lebih dan Februari 2019 sebanyak 162 ribu lebih.

Pada Januari 2020, angka kunjugan wisatawan masih stabil yakni 116 ribu.

Wagub Bali Cok Ace Imbau Masyarakat Potong Masker Setelah Dipakai Agar Tak Disalahgunakan

Jumlah Kasus Infeksi Virus Corona di Wuhan Menurun, RS Darurat yang Dibangun Pertama Ditutup

Namun pada Februari 2020, kunjungan turun drastis di angka 92 ribu lebih.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Putrawan membenarkan data tersebut.

Namun dia menegaskan, data tersebut hanya julah kunjungan di objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar. Seperti, Tirta Empul, Gunung Kawi Sebatu, Gunung Kawi Tampaksiring, Goa Gajah, Yeh Pulu dan Candi Tebing Tegalinggah.

“Objek wisata kami mengandalkan turis Eropa. Artinya, objek wisata yang kami kelola saja mengalami penurunan. Apalagi yang lainnya, yang mengandalkan kunjungan wisatawan China. Kami mendapatkan informasi, objek wisata air, saat ini banyak yang memberlakukan pengurangan hari kerja karyawannya. Itu menurut kami sebuah solusi, daripada diPHK ,” ujarnya.

Terkait upaya memulihkan kunjungan, Agung Putrawan mengatakan, hal tersebut harus dilakukan secara bersama-sama.

Baik pemerintah daerah, provinsi, pusat, stakeholder pariwisata dan sebagainya. Sebab kondisi ini disebabkan karena negara para wisatawan melarang warganya bepergian.

“Orang luar negeri, kalau sudah dilarang oleh negaranya pasti nurut. Untuk menyikapi kondisi ini, semua pemangku kebijakan pariwisata akan rapat. Nanti akan dipimpin oleh Pak Gubernur,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved