Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gaya Pacaran Anak Mengkhawatirkan? Ini yang Perlu Dilakukan Orangtua

Saat memasuki usia pubertas biasanya anak sudah mulai mengerti pacaran, terkadang orangtua juga dibuat bingung bukan kepalang.

Tayang:

Stalking: menguntit atau stalking juga masuk dalam bentuk kekerasan. Kegiatan seperti mengawasi seseorang, adalah bentuk kekerasan yang harus diwaspadai.

Jika beberapa jenis kekerasan di atas ini terjadi pada anak kita, segera bantu sang anak untuk menyudahi hubungan pacarannya.

3. Jelaskan perbedaan antara nafsu, obsesi, dan cinta

Cinta bukanlah satu-satunya faktor yang ingin membuat seseorang menjadikan orang lain sebagai pacarnya.

Beberapa faktor seperti nafsu dan obsesi, juga bisa membuat seseorang bertekad untuk memiliki orang lain.

Ajari kepada anak tentang perbedaan ketiganya.

Jika memang nafsu atau hanya obsesi yang membuat “tergila-gila” terhadap seseorang, maka hindarilah pacaran.

4. Berdiskusi tentang seks

Sebagai orangtua, kita bisa menjadikan pembahasan tentang seks sebagai diskusi, bukan presentasi.

Saat berbicara tentang pendidikan seks kepada anak, dengarkanlah pandangan anak mengenai seks. Kemudian, kita sebagai orangtua bisa menyampaikan opini tentang topik ini.

Mengingat seks adalah hal tabu di banyak negara, membahasnya dalam sudut pandang kepercayaan masing-masing juga dianjurkan.

5. Tetapkan batasan

Sebagai orangtua, sudah menjadi tugas kita untuk memberikan batasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama dalam hal sensitif seperti pacaran.

Berikanlah aturan yang tegas, seperti tidak boleh pulang terlalu larut, menetapkan batasan mengenai teman yang boleh pergi dengannya, dan ketentuan lain yang mungkin kita miliki.

Berikan juga kesempatan bagi anak untuk berdiskusi mengenai aturan serta batasan yang telah dibuat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved