Kuliah Sering Kejar IPK, Sebenarnya Seberapa Penting IPK di Mata HRD?
Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Resources Department (HRD) selalu mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat karyawan
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Resources Department (HRD) selalu mempertimbangkan banyak hal untuk memilih calon kandidat karyawan untuk diloloskan lamarannya.
Salah satu yang rupanya paling sering jadi saringan pertama dalam seleksi calon karyawan adalah indeks prestasi kumulatif atau IPK.
Terkadang, banyak perusahaan mensyaratkan IPK pelamar minimal 3, atau paling rendah 2,75.
IPK adalah mekanisme penilaian keseluruhan prestasi terhadap mahasiswa dalam sistim perkuliahan selama masa kuliah.
Di luar negeri, IPK disebut grade point average (GPA).
Lantas seberapa penting IPK di mata HRD dalam proses rekrutmen karyawan baru?
Ini Kata Pakar HRD Praktisi pengembangan SDM, Audi Lumantoruan, mengungkapkan IPK memang jadi penilaian awal terhadap kompetensi karyawan.
• Pembunuhan Gadis 14 Tahun di Kamar Tidur, Pelaku Remaja 16 Tahun Masuk dari Pintu Belakang
• Film Onward Duduki Posisi Pertama di tangga Film Box Office
• 8 Cara Berbisnis Online yang Tepat Agar Bisa Meraup Untung
Meski IPK diakui juga bukan parameter kalau itu benar-benar mencerminkan pencapaian akademik selama di bangku kuliah.
"IPK bagi HRD lebih sering dipakai sebagai filter awal. Dalam perekrutan, perusahaan biasanya tidak mau direpotkan dengan banyaknya lamaran yang masuk," jelas Audi kepada Kompas.com, Senin (9/3/2020).
Suka tidak suka, meski karyawan tersebut punya kompetensi yang diharapkan, namun biasanya sulit lolos jika memang IPK tak sesuai dengan persyaratan.
Apalagi, jika sistem perekrutan menggunakan sistem online.
"Apalagi jika pendaftaran lamaran menggunakan sistem online, sudah pasti biasanya gagal kalau IPK di bawah yang disyaratkan. Meski, IPK biasanya tidak masuk penilaian bagi HRD untuk diloloskan ke tahap selanjutnya," ujarnya.
• Mau Mulai Berbisnis Tapi Takut Rugi ? Cobalah Cara-cara Ini
• 7 Cara Belajar Bisnis Dengan Mudah dan Murah
• Tidak Menyentuh Wajah untuk Cegah Virus Corona, Kebiasaan Sepele yang Sulit Dilakukan, Kenapa?
Menurutnya, saat sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi, IPK bisa dikatakan tak pernah jadi pertimbangan dalam penerimaan.
"Karena kita bukan cari pelamar yang pintar akademis, tapi apa kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Dan itu baru bisa diketahui di tahapan wawancara dan assesment," kata dia.
"Intinya lebih ke softskill ketimbang nilai akademis, kita lebih prefer orang yang bisa berkomunikasi dengan baik, bagaimana dia bersosialisasi, ketelitian dia, leadership, bagaimana dia kasih solusi, kognitifnya, dan sebagainya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bekerja.jpg)