Antisipasi Kenakalan Remaja, Pemkab Gianyar Intensifkan Sekolah Ramah Anak
Pemaparan dan monitoring terhadap sekolah layak anak ini, digelar di Ruang Rapat Dinas Pertanian Gianyar, Selasa (10/3/2020).
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Maraknya kasus kenakalan remaja, yang berujung aksi kriminalisme, menjadi perhatian serius Pemkab Gianyar.
Merekapun melakukan monitoring ke sejumlah sekolah, khususnya yang memiliki label sekolah ramah anak, dimana setiap anak didik bebas berekspresi, namun tetap pada koridor kepatutan.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB ) Gianyar, Selasa (14/3/2020), jumlah sekolah ramah anak di Gianyar saat ini mencapai 74 sekolah.
Pemkab Gianyar akan menambah dua sekolah lagi di tahun 2020 ini.
• 50 Peserta Dari Berbagai Unsur SAR Dilatih Teknik Water Rescue
• BPOM Denpasar Sosialisasi Keamanan Obat dan Pangan di SMAN Bali Mandara
• 25 SMA/MA Se-Denpasar Ikuti Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kota
Keunggulan sekolah ini, diskriminasi sangat dilarang keras baik dalam bentuk apapun, setiap pendidik wajib menghormati setiap pandangan siswa didik, sebagai sebuah hal untuk mengekpresikan pandangannya dalam segala hal.
Pemaparan dan monitoring terhadap sekolah layak anak ini, digelar di Ruang Rapat Dinas Pertanian Gianyar, Selasa (10/3/2020).
Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru di sekolah ramah anak ini, meliputi TK, SD, dan SMP se Kabupaten Gianyar.
Penanaman pemahaman kembali tentang ramah anak ini perlu dilakukan pemerintah, mengingat di tengah zaman teknologi sekarang ini, tidak sedikit anak-anak yang terjerumus ke hal negatif, lantaran pola didik yang diterimanya mulai dari tingkat sekolah maupun orangtua, tidak terkontrol, yakni terkadang keras, dan terkadang kebablasan.
Kondisi tersebut meyebabkan si anak tidak memiliki pemahamannya pasti dalam berekspresi.
“Semua hal yang sekiranya membahayakan anak, diupayakan ditekan seminimalisir mungkin,” ujar Kepala P3AP2KB Gianyar, Cokorda Gede Lesmana Trisnu.
Cok Trisnu mengatakan, jika dalam rumah tangga seorang anak tidak mendapatkan kontrol positif dalam berekpresi, maka peran tersebut harus semaksimal mungkin dilakukan oleh pihak sekolah.
Sebab tidak semua anak bisa hidup di dalam keluarga yang harmonis, orangtua yang senantiasa mendampingi, dan tidak semua anak bisa menikmati lingkungan sosial yang positif.
“Maka tugas sekolah menjadi sangat vital dalam membentuk karakter anak-anak. Kami berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Gianyar, dapat memberikan pelayanan tersebut pada anak-anak didiknya,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sosialisasi-sekolah-ramah-anak_20180720_143449.jpg)