50 Peserta Dari Berbagai Unsur SAR Dilatih Teknik Water Rescue
Sekitar 50 peserta dari berbagai unsur SAR mengikuti pelatihan teknik pertolongan di permukaan air (water rescue)
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sekitar 50 peserta dari berbagai unsur SAR mengikuti pelatihan teknik pertolongan di permukaan air (water rescue) pada hari Selasa (10/3/2020).
Kegiatan dibuka secara langsung oleh Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dan Sistem Komunikasi Basarnas, Marsekal Muda TNI Irawan Nurhadi.
Dalam sambutannya saat membuka pelatihan Potensi SAR, Irawan Nurhadi mengatakan tantangan kedepan khususnya terkait pencarian dan pertolongan (SAR) semakin berat.
Masyarakat sekarang dapat menilai terhadap apa yang sudah kita kerjakan.
• 25 SMA/MA Se-Denpasar Ikuti Kompetisi Sains Nasional Tingkat Kota
• Fenomena Halo Matahari di Bali, Begini Tanggapan dari Para Saksi Mata
• Hampir Rampung, Ogoh-ogoh Dewa Wisnu ST Eka Dharma Suwitra Raib Digondol Maling
Untuk itu penyelenggaraan pencarian dan pertolongan haruslah secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.
“Maka sangat diperlukan upaya - upaya penguatan kapasitas baik melalui latihan - latihan SAR bersama secara berkesinambungan dan perlunya koordinasi yang optimal baik sebelum terjadinya kecelakaan maupun pada kondisi penyelenggaraan Operasi SAR" jelas Irawan Nurhadi.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) ini memang merupakan program kerja tahunan.
Namun ada yang berbeda pada tahun 2020, target peserta yang harus dilatih secara keseluruhan menunjuk pada angka yang fantastis.
Pada kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada dalam sambutannya mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan pelatihan potensi SAR ini.
Turut hadir dalam acara pembukaan diantaranya Dandim 1617 Jembrana, Kapolsek Melaya, Kasat Pol Air Polres Jembrana, dan Kalak BPBD Jembrana.
Selain penguatan Alat Utama (Alut), tahun ini Basarnas juga memfokuskan program kerjanya pada pembinaan potensi SAR di seluruh Indonesia.
Dari target 10.000 unsur SAR terlatih di seluruh Indonesia, Basarnas Bali diwajibkan melatih 350 orang.
Menurut Gede Darmada selaku Kepala Kantor Basarnas Bali angka tersebut harus dapat dicapai tanpa mengurangi dari kualitas pengajaran dan materi yang diberikan peserta.
Nantinya para peserta akan diakui kemampuannya di bidang SAR dengan sertifikasi resmi dari Basarnas, apabila telah memenuhi waktu belajar minimal selama 72 jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/50-peserta-dari-berbagai-unsur-sar.jpg)