Berita Jembrana
Satu Posisi JPT Pemkab Digeser, Jembrana Kekurangan 252 Guru SD dan SMP
Satu jabatan Pimpinan Tinggi Pratama eselon IIB lingkungan Pemkab Jembrana digeser, Selasa 12 Mei 2026.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Satu jabatan Pimpinan Tinggi Pratama eselon IIB lingkungan Pemkab Jembrana digeser, Selasa 12 Mei 2026.
Adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LH PKP) menjadi Staf Ahli Bupati.
Di sisi lain, juga dilaksanakan pelantikan sebanyak 15 orang ASN status PNS formasi tahun 2024. Para PNS yang dilantik diminta jangan merasa "naik kelas", melainkan harus jadi contoh yang baik dan mengabdi untuk melayani masyarakat.
Baca juga: Pemkab Jembrana Ingatkan Masyarakat: Waspada Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau
Menurut data yang berhasil diperoleh, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LH PKP) dipercaya mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jembrana.
Sementara jabatan Kadis LH PKP bakal diisi pelaksana tugas yakni I Wayan Putra Mahardika yang saat ini menjabat sebagai Kabag Prokopim Setda Jembrana.
Di sisi lain, tahun ini sedikitnya ada 158 orang ASN yang pensiun. Yang mana 59 orang diantaranya adalah tenaga pendidik atau guru.
Baca juga: Tulang Paus Sepanjang 17 Meter di Jembrana Bakal Dimuseumkan, Penguburan Terkendala Hujan Deras
Pemkab Jembrana sendiri memprioritaskan formasi tenaga pendidik dan kesehatan ketika ada rekrutmen ASN.
"Ini adalah titik awal untuk pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Status PNS yang kini disandang harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh dalam melayani rakyat," ujar Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan memberikan penegasan kepada PNS yang baru dilantik.
Bupati Kembang melanjutkan, para ASN muda yang dilantik agar tetap rendah hati dan menjaga etika komunikasi di ruang publik.
"Jangan karena sudah menjadi PNS lalu merasa 'naik kelas' dan eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat dan memberikan contoh yang baik. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik," tegasnya.
Baca juga: TULANG Bangkai Paus Terdampar di Jembrana Akan Dimanfaatkan Bagi Keperluan Museum, Digarap PKBSI!
Di sisi lain, tahun ini ada 158 orang pegawai (59 guru) yang bakal memasuki masa pensiun. Sehingga ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi saat ini Jembrana kekurangan sebanyak 252 orang guru untuk jenjang SD dan SMP.
Meskipun rencana awal formasi ASN akan disesuaikan dengan jumlah pensiun, Bupati Kembang mengambil kebijakan untuk memprioritaskan sektor pendidikan dan kesehatan
"Kami putuskan mencari guru yang lebih banyak. Karena kita kekurangan 252 guru untuk SD dan SMP. Setelah itu tenaga kesehatan, yang betul-betul kita butuhkan. Masing-masing OPD kemungkinan mendapat 1 formasi yang benar-benar konkret dan mendukung program-program pemerintah," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Pemkab Jembrana
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-Made-Kembang-Hartawan-memimpin-pengambilan-sumpah-jabatan.jpg)