Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Pemkab Jembrana Ingatkan Masyarakat: Waspada Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau

Pemkab Jembrana Ingatkan Masyarakat: Waspada Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau

Tayang:
Tribun Bali/Ida Ayu Suryantini Putri
Ilustrasi musim kemarau di Bali (gambar ini hasil generated AI) - 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Seluruh masyarakat diminta mewaspadai ancaman kebakaran lahan di musim kemarau yang diprediksi sudah dimulai saat ini.

Cuaca panas disertai angin kencang sangat rentan terjadi kebakaran lahan yang juga berpotensi merembet ke pemukiman. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah secara sembarangan.

Menurut data yang berhasil diperoleh, periode Januari-April 2026 kemarin, tercatat ada 11 peristiwa kebakaran di Gumi Makepung. Tersebar di seluruh kecamatan yang ada, kebakaran didominasi terjadi pada rumah tinggal dengan kerugian material hingga ratusan juta rupiah.

Baca juga: Pamit Beli Sate, Nenek 85 Tahun Ditemukan Tewas Mengambang di Pantai Biaung Denpasar

"Mengingat musim kemarau sudah mulai, kami harapkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman kebakaran, terutama pada lahan," imbau Kabid Damkar dan Penyelamatan, Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja saat dikonfirmasi, Senin 11 Mei 2026. 

Dia menjelaskan, musim kemarau yang disertai dengan angin bisa saja berpotensi menimbulkan kebakaran terutama pada lahan kering. Sebagai antisipasi, masyarakat diimbau tidak sembarangan membakar sampah atau membuang puntung rokok.

Baca juga: Sampah Horeka Jadi Sorotan, Pemkot Denpasar Bali Siapkan Sertifikasi untuk Hotel dan Restoran

"Dan ini penting, ketika membakar sampah misalnya, pastikan meninggalkannya dalam keadaan mati. Karena ketika musim kemarau apalagi disertai angin bisa saja berpotensi terjadi kebakaran," ungkapnya.


Menurutnya, selain imbau tersebut pihaknya juga rutin memberikan materi dan sosialisasi penggunaan alat pemadam kebakaran (APAR). Hal ini menjadi sangat penting di masyarakat. Ketika masyarakat paham dengan penggunaan alat tersebut tentunya akan bisa meminimalisir peristiwa kebakaran. Disisi lain, penting untuk tetap waspada dan hati-hati saat menggunakan berbagai bahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.


"Misalnya penggunaan dupa saat sembahyang. Jika sembahyang di rumah agar tidak ditinggalkan begitu saja. Sebaiknya, pastikan api dupa di rumah agar tidak menyala saat ditinggalkan dalam keadaan kosong," tegasnya.

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved