Paus Terdampar di Jembrana
TULANG Bangkai Paus Terdampar di Jembrana Akan Dimanfaatkan Bagi Keperluan Museum, Digarap PKBSI!
Sebab, penguburan paus jenis sperma betina dewasa terkendala cuaca hujan deras yang terjadi hingga kemarin malam.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Proses penanganan dan penguburan paus raksasa sepanjang 17 meter rencananya dilanjutkan hari ini, Kamis (7/5).
Sebab, penguburan paus jenis sperma betina dewasa terkendala cuaca hujan deras yang terjadi hingga kemarin malam. Selain itu, rencananya bakal diterapkan skema baru yakni pengambilan tulang paus oleh Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) untuk keperluan museum.
Petugas Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar, Marendra Erlangga menuturkan, proses nekropsi sudah selesai dilakukan oleh JSI kemarin sore.
Kemudian, atas arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Dirjen Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) bahwa rencananya ada yang akan memanfaatkan biota laut tersebut untuk sarana edukasi.
"Proses selanjutnya masih ditangani oleh PKBSI akan seperti apa masih menunggu arahan dari Direktur KSG," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).
Baca juga: LUDES Terbakar Minimarket &Kantor Notaris di Klungkung, Petugas Damkar Bongkar Paksa Pintu Harmonika
Baca juga: BULE AM Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara, Kasus WNA Inggris Tebas Front Office Resort di Buleleng!
Menurut dia, apakah nantinya bakal dilakukan penguburan terlebih dahulu atau pemisahan tulang dengan daging. Jadi, informasinya yang dibutuhkan itu tulang untuk pemanfaatannya nanti. Namun, tetap masih menunggu petunjuk atau arahan dari Dirjen Konservasi Spesies dan Genetik (KSG).
"Yang handle (penanganan) sekarang, masih dari PKBSI tersebut. Mereka juga masih mempersiapkan proses perizinannya sebelum eksekusi," tandasnya.
Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengatakan pihaknya tetap melakukan pengamanan di lokasi sekitar ditemukannya paus terdampar untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan terjadi.
Bahkan, petugas berjaga hingga menginap di sekitar lokasi sejak ditemukan, Selasa (5/5) kemarin. Mengingat mamalia laut tersebut adalah hewan yang dilindungi undang-undang.
"Nggih, sejak ditemukan kita berjaga untuk pengamanan. Dia mengimbau agar masyarakat ikut mengawasi dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan undang-undang," pesannya.
Disisi lain, kata dia, pihak dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang sudah berada di Jembrana untuk melakukan penanganan lanjutan terhadap paus sperma betina yang memiliki panjang 17 meter itu.
"Tentunya kita tetap melakukan pengamanan sembari dilakukan penanganan oleh pihak terkait," tandasnya. (mpa)
| PAUS Raksasa Terdampar di Pantai Nusasari Akhirnya Dikubur dan Upacara Secara Hindu |
|
|---|
| Paus Betina Raksasa Akhirnya Dikubur di Jembrana, Dokter Ungkap 2 Dugaan Penyebab Kematian |
|
|---|
| EVAKUASI Bangkai Paus Raksasa Tunggu Air Laut Surut, Usai Terdampar Masih Jadi Tontonan Warga! |
|
|---|
| PAUS Sepanjang 15 Meter Terdampar di Pesisir Nusasari, Dokter Hewan Identifikasi, Segera Dikubur! |
|
|---|
| TRAGIS, Paus Kerdil Terdampar di Jembrana Akhirnya Mati, Ditemukan Kerusakan di Paru-paru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Suasana-penanganan-dan-evakuasi-terhadap-bangkai-paus-sperma-betina-63.jpg)