Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Paus Terdampar di Jembrana

TULANG Bangkai Paus Terdampar di Jembrana Akan Dimanfaatkan Bagi Keperluan Museum, Digarap PKBSI!

Sebab, penguburan paus jenis sperma betina dewasa terkendala cuaca hujan deras yang terjadi hingga kemarin malam.

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
EVAKUASI - Suasana penanganan dan evakuasi terhadap bangkai paus sperma betina yang terdampar di Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu 6 Mei 2026 sore. 

TRIBUN-BALI.COM - Proses penanganan dan penguburan paus raksasa sepanjang 17 meter rencananya dilanjutkan hari ini, Kamis (7/5).

Sebab, penguburan paus jenis sperma betina dewasa terkendala cuaca hujan deras yang terjadi hingga kemarin malam. Selain itu, rencananya bakal diterapkan skema baru yakni pengambilan tulang paus oleh Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) untuk keperluan museum. 

Petugas Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Denpasar, Marendra Erlangga menuturkan, proses nekropsi sudah selesai dilakukan oleh JSI kemarin sore.

Kemudian, atas arahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Dirjen Konservasi Spesies dan Genetik (KSG) bahwa rencananya ada yang akan memanfaatkan biota laut tersebut untuk sarana edukasi.

"Proses selanjutnya masih ditangani oleh PKBSI akan seperti apa masih menunggu arahan dari Direktur KSG," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5).

Baca juga: LUDES Terbakar Minimarket &Kantor Notaris di Klungkung, Petugas Damkar Bongkar Paksa Pintu Harmonika

Baca juga: BULE AM Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara, Kasus WNA Inggris Tebas Front Office Resort di Buleleng!

Menurut dia, apakah nantinya bakal dilakukan penguburan terlebih dahulu atau pemisahan tulang dengan daging. Jadi, informasinya yang dibutuhkan itu tulang untuk pemanfaatannya nanti. Namun, tetap masih menunggu petunjuk atau arahan dari Dirjen Konservasi Spesies dan Genetik (KSG).

"Yang handle (penanganan) sekarang, masih dari PKBSI tersebut. Mereka juga masih mempersiapkan proses perizinannya sebelum eksekusi," tandasnya.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengatakan pihaknya tetap melakukan pengamanan di lokasi sekitar ditemukannya paus terdampar untuk mengantisipasi adanya hal yang tak diinginkan terjadi. 

Bahkan, petugas berjaga hingga menginap di sekitar lokasi sejak ditemukan, Selasa (5/5) kemarin. Mengingat mamalia laut tersebut adalah hewan yang dilindungi undang-undang. 

"Nggih, sejak ditemukan kita berjaga untuk pengamanan. Dia mengimbau agar masyarakat ikut mengawasi dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan undang-undang," pesannya.

Disisi lain, kata dia, pihak dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) yang sudah berada di Jembrana untuk melakukan penanganan lanjutan terhadap paus sperma betina yang memiliki panjang 17 meter itu.

"Tentunya kita tetap melakukan pengamanan sembari dilakukan penanganan oleh pihak terkait," tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved