Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Paus Terdampar di Jembrana

PAUS Raksasa Terdampar di Pantai Nusasari Akhirnya Dikubur dan Upacara Secara Hindu

Pantauan Tribun Bali, proses penanganan dimulai dengan ritual matur piuning (mohon izin sebelum kegiatan) yang dipimpin seorang mangku.

Tayang:
TRIBUN BALI/I MADE PRASETYA ARYAWAN
TERDAMPAR – Seorang pemangku memimpin upacara matur piuning untuk penanganan dan evakuasi bangkai paus sperma betina yang mati terdampar di Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Rabu (6/5). 

TRIBUN-BALI.COM - Warga berbondong-bondong datang ke lokasi paus raksasa terdampar di Pantai Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (6/5). Mereka menyaksikan proses penanganan terhadap paus betina yang memiliki panjang 17 meter tersebut. 

Sekitar pukul 16.00 WITA, proses penanganan baik itu nekropsi hingga penguburan paus sperma betina dewasa tersebut mulai dilakukan. Belum diketahui penyebab pasti kematian paus tersebut karena perlu uji sampel yang diambil. Namun dokter hewan yang menangani menduga ada dua hal yang jadi penyebab. 

Pantauan Tribun Bali, proses penanganan dimulai dengan ritual matur piuning (mohon izin sebelum kegiatan) yang dipimpin seorang mangku.

Ritual tersebut dilakukan tepat di depan kepala paus sebagai wujud memohon izin agar pelaksanaan penanganan berjalan dengan aman dan lancar. Selanjutnya dilakukan penggeseran bangkai paus dengan alat berat.

Baca juga: PANSUS TRAP Fokus Lahan Tukar Guling KEK Kura-kura, Sekda Bali Bantah Ditawari Jadi Dewan Komisaris?

Baca juga: BONGKAR Sindikat Migas Lintas Wilayah! Mafia Oplos LPG&Timbun BBM Subsidi Dibekuk Polresta Denpasar

Setelah itu, proses nekropsi kemudian dilakukan oleh tim dokter hewan dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) bekerja sama dengan yayasan lainnya. Di tempat lain, alat berat terus memacu mesinnya untuk melakukan penggalian tanah dengan kedalaman sekitar 2 meter sebagai tempat mengubur mamalia laut raksasa tersebut.

“Kami melakukan nekropsi bersama tim. Sedikitnya ada 20-an sampel yang diambil untuk nantinya diuji guna mengungkap penyebab kematiannya,” ujar salah satu dokter hewan, Abdullatif Muhammad saat dikonfirmasi usai proses nekropsi, Rabu (6/5). 

Dia menyebutkan, meskipun belum ada penyebab pasti terkait penyebab kematiannya, pihaknya mengungkapkan ada dua dugaan penyebab kematian berdasarkan pengamatan peristiwa paus terdampar sejak kemarin.

Pertama adalah paus mengalami crush syndrome atau organ paus tertarik gravitasi saat berada di perairan dangkal. “Kemudian, blowhole atau lubang sembur paus kemasukan air sehingga seperti tenggelam saat terombang ambing di pinggir Pantai,” ungkapnya. 

Meskipun ada dugaan tersebut, kata dia, penyebab kematian paus betina sepanjang 17 meter tersebut harus menunggu hasil uji lab terhadap sampel organ yang diambil saat proses nekropsi. “Untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil laboratorium,” tegasnya.

Disinggung mengenai kondisi fisik dari paus yang terdampar, Abdullatif mengakui sesuai pengamanan tidak ditemukan luka pada tubuh paus tersebut. Artinya paus tersebut bukan hasil perburuan.

“Untuk giginya juga masih utuh, tapi berdasarkan pengamatan kami ada bekas goresan kemunginan ada yang hendak mengambil giginya,” tandasnya. 

Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta menyebutkan, sejak ditemukan terdampar dan mati, pihaknya melakukan pengamanan di lokasi untuk memastikan mamalia laut raksasa itu tidak dijarah oleh warga.

Setelah kondisi dirasa aman, tepatnya pada sore hari yang kondisinya air surut, proses penanganan hingga penguburan kemudian mulai dilakukan. 

“Penanganan dilakukan oleh tim dokter hewan, kemudian setelah itu bakal dilakukan penguburan yang jaraknya sekitar 100 meter dari posisi paus terdampar,” tandasnya. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved