Bali Paradise
Belajar Otodidak, Agung Nana Mahir Masak Makanan Khas Korea
Anak Agung Gde Bagus Jaya Pramana tak pernah belajar khusus tentang memasak makanan Korea, Hobi memasak dan bakatnya juga merupakan warisan
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Anak Agung Gde Bagus Jaya Pramana, Pengelola Sejong Korean Barbeque, ternyata memasak sendiri makanan di restoran tersebut.
Ditemani dua tukang masak lainnya, Ia meracik dan memadukan bumbu khas ala Korea pada setiap makanan di restoran ini.
Rasanya se-otentik masakan asli Korea.
Apalagi saus barbeque diraciknya sendiri, memberikan cita rasa berbeda.
• Indonesia-Belanda Teguhkan Komitmen Kerja Sama dengan Prinsip Saling Menguntungkan
• Target 5.000, REI Bali Harapkan Porsi FLPP Bisa Lebih Banyak di Bali
• 11.390 Siswa SMP Ikut Ujian Nasional 2020, Disdik Buleleng Bentuk Panitia
Hal ini diakui Ayu Eka, yang pernah merasakan langsung beberapa sajian di restoran Sejong.
Wanita asal Gianyar ini berkata, masakan seperti Japchae, terasa sama saat dikecap seperti dari negeri asalnya Korea.
“Rasanya ga beda jauh, dan ini lebih enak,” ujarnya sembari makan dengan lahap, di Restoran Sejong, Kuta, Badung, Bali, Selasa (10/3/2020).
Mengenai daging dan barbeque, Ayu juga mengatakan rasanya enak dan dagingnya segar.
Sementara itu, Agung Nana, tersenyum puas melihat pelanggannya lahap menyantap masakannya.
Pria berkulit putih ini bahkan mengaku tak pernah belajar khusus tentang memasak makanan Korea.
“Ya kebetulan otodidak, saya coba lihat resep lalu membuatnya,” jelas Agung Nana.
Walau belajar secara otodidak, Agung Nana memang sempat menjadi chef di sebuah restoran.
Hobi memasak dan bakatnya juga merupakan warisan dari sang ayah, yang merupakan penasehat di ICA Bali.
Restoran yang dibuka sejak awal Januari 2020 ini, menyajikan puluhan menu makanan khas Korea serta barbeque.
Pemilihan nama Sejong, kata dia, agar sesuai dengan ciri khas Korea.
Mengingat Sejong adalah satu diantara nama raja di Korea yang masyhur pada zamannya.
“Ya harapannya bisa merajai kuliner khas Korea di Bali lah,” ucapnya tersenyum.
Sebelumnya restoran ini, menjajakan makanan khas Jepang.
Namun belakangan, masakan khas Korea kian diminati di dalam negeri khususnya di Bali.
Sehingga ia bersama owner, melihat kondisi dan peluang ini sebagai potensi baru.
Untuk menggaet pelanggan, sembari memperkenalkan restoran ini.
Ia melakukan strategi memberikan diskon hingga 50 persen untuk all item makanan di luar minuman.
“Jadi minumannya masih harga normal, ada soft drink, beer, hingga air mineral,” jelasnya.
Sementara itu, paket makanan barbeque ada 3, ada paket daging sapi, paket mix, hingga paket daging babi.
“Promo diskon all item makanan 50 persen ini, sejak Maret 2020. Kami akan lihat situasi mungkin dilanjutin, atau diganti promo baru lainnya,” katanya.
Daging barbeque juga berkualitas, karena diimpor dari US untuk daging sapi dan babi.
Sementara daging ayam diambil dari lokal.
Ada pula daging wagyu berkualitas dari Jepang.
Makanan dibanderol paling murah mulai Rp 75 ribu, hingga paket paling mahal Rp 800 ribu.
“Ini harga sebelum diskon,” imbuhnya.
Paket juga include dengan makanan pembuka, seperti kimchi, macaroni, salad, hingga wakame.
“Ini bisa direfill sampai 3 kali lah,”sebutnya.
Mulai dikenal, banyak warga lokal mulai datang makan di Sejong.
Selain biasanya diramaikan oleh ekspatriat dari Jepang, dan turis asli Korea yang liburan ke Pulau Dewata.
“Ya harapan lokal banyak yang datang,”ujarnya.
Ia berencana akan join dengan travel agent kedepannya.
Sementara, saat ini kedatangan masih tak menentu, kadang sepi dan kadang ramai.
“Seperti saat Galungan, rame yang datang, tapi sejak virus Corona sepi lagi,” katanya.
Ia mengaku, sejak maraknya isu virus Corona pengunjung mulai berkurang.
Harga beberapa bahan pokok seperti bawang bombai pun melonjak tajam, dan ini cukup menyulitkan bisnis kuliner.
Apalagi menu masakan ala Korea, Jepang dan China kerap menggunakan bawang bombai.
Kondisi bisnis pun melesu, dan ia berharap semua ini akan berakhir sehingga warga kembali berwisata kuliner. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/agung-nana-saat-menyajikan-makanan-di-sejong-restoran-korea.jpg)