Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

11.390 Siswa SMP Ikut Ujian Nasional 2020, Disdik Buleleng Bentuk Panitia

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng pun telah melakukan sejumlah rangkaian persiapan menghadapi proses ujian tersebut.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI/RATU AYU ASTRI DESIANI
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ujian Nasional (UN) jenjang SMP mulai dilaksanakan bulan depan.

Jumlah peserta yang akan mengikuti ujian tercatat sebanyak 11.390 orang.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng pun telah melakukan sejumlah rangkaian persiapan menghadapi proses ujian tersebut. 

Sekertaris Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan panitia UN tingkat kabupaten sudah dibentuk.

BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Corona di Indonesia Naik Jadi 27 Orang

ST Eka Dharwa Suwitra Kerjakan Ulang Ogoh-Ogoh yang Dicuri, Pernah Juara 3 Kali

Dampak Wabah COVID-19, Pergerakan Penumpang Bandara Ngurah Rai Turun 12 Persen pada Bulan Februari

Bahkan sudah dilakukan pengukuhan melalui upacara mejaya-jaya. Panitia yang telah dibentuk siap mengawal pelaksanaan Ujian Nasional.

Dijelaskan Astika saat ini untuk peserta UN tingkat SMP di Buleleng jumlahnya mencapai 11.390 peserta.

Mereka berasal dari 55 sekolah.

Namun, dari 55 sekolah yang ada, hanya 18 sekolah SMP yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sementara sisanya masih mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Sekolah yang mengikuti UNBK sebut Astika sebagian besar berada di seputaran Kota Singaraja.

“Kalau yang UNBK memang ada sekolah yang sudah mandiri ada juga yang masih gabung dengan sekolah lain. Termasuk program kesetraan menggunakan sistem UNBK,” imbuh Astika.

Disinggung terkait jadwal pelaksanaan, Astika menyebut UN untuk jenjang SMP akan dilaksanakan bulan April.

Sedangkan, untuk jenjang SD terhitung tahun 2020 ini, mereka tidak lagi mengikuti USBN.

 Namun mengacu pada Permendikbud 43/2019.

Dimana ujian untuk tingkat satuan pendidikan akan diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Pengelola SD sebut Astika dapat menggelar ujian mandiri dengan soal yang disusun berdasarkan kebutuhan sekolah.

 Itu berarti, sekolah memiliki kewenangan untuk menilai siswanya sendiri.

“Jadi kalau soal UN jenjang SMP sudah sangat siap. Tinggal pelaksanaan saja,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved