Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

TEROR Gigitan Anjing Liar Buat Resah Warga Banyuning, Hingga Kini Sudah Ada 19 Korban

Warga di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng dibuat resah akan teror gigitan anjing liar.

Tribun Bali/ISTIMEWA
Vaksinasi - Pihak dinas bersama Tisira Banyuning, saat melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR). Upaya ini menindaklanjuti kasus gigitan anjing liar terhadap belasan warga.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga di Kelurahan Banyuning, Kabupaten Buleleng dibuat resah akan teror gigitan anjing liar. Ini karena sudah ada belasan warga yang menjadi korban.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan peristiwa gigitan ini terjadi pada Jumat (24/4/2026) malam. Total ada 18 warga yang menjadi korban gigitan. 

"Korbannya mulai dari anak-anak hingga dewasa. Rata-rata korban digigit pada bagian kaki," ucapnya, Senin (27/4/2026).

Kasus gigitan ini tidak terpusat pada satu lokasi, melainkan di beberapa titik. Namun demikian, para korban sudah dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit, untuk mendapatkan pelayanan medis hingga vaksin anti rabies (VAR).

Baca juga: DARI Pedagang Pasar ke Agen BRILink, Ketut Suandini Tekuni Layanan Keuangan untuk Warga

Baca juga: POLSEK Blahbatuh Pindah Sementara”, Pelayanan Diarahkan ke Desa Keramas!

Informasi salah satu korban, anjing yang mengamuk ciri-cirinya merupakan anjing mix berukuran sedang warna putih, dengan rambut di ekor sedikit lebih panjang. Pihak dinas pun segera turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran. Sayangnya anjing tersebut belum ditemukan. 

Tak sampai situ saja. Pada hari Senin (27/4/2026) pagi pihak dinas kembali menerima laporan gigitan anjing dari wilayah Kelurahan Banyuning. Kali ini korbannya merupakan anak laki-laki berusia 11 tahun, mengalami luka pada kaki kiri.

Informasi ini segera ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian bersama aparat kelurahan. Kata Melandrat, ciri-ciri anjing yang menggigit pada kejadian kedua berbeda dengan kejadian pertama. Sebab pada kejadian kedua, anjing yang menggigit berwarna hitam. 

"Saat ini sampel otak anjing sudah diambil untuk dibawa ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar," imbuhnya. Sementara Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Novi Mahendra, mengatakan kasus gigitan yang menimpa anak 11 tahun terjadi pada Minggu (26/4/2026), sekitar pukul 14.00 Wita.

Lokasinya di kawasan perumahan BTN Grahadi Teras, Kelurahan Banyuning. "Saat itu, korban sedang bermain di lingkungan sekitar rumahnya. Namun, secara tiba-tiba seekor anjing liar berwarna hitam datang dan langsung menggigit bagian kaki korban," ucapnya. 

Korban langsung dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis berupa vaksinasi. Demikian pula Tim Siaga Rabies (Tisira) Kelurahan Banyuning, bersama pihak dinas segera melakukan vaksinasi, terhadap hewan peliharaan warga serta penanganan anjing liar yang berpotensi membahayakan.

Mengenai perkembangan kasus yang menyebabkan 18 korban gigitan, Novi menyebut seluruh korban telah mendapatkan penanganan. Tak hanya itu, upaya pencarian anjing liar juga terus diperluas hingga wilayah Penarukan. "Penyisiran dilakukan hingga malam hari, melibatkan Tim Tisira, aparat kepolisian, serta pihak kelurahan," ujarnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved