Berita Buleleng
Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Hasilkan Sapi Jumbo Langganan Presiden
Dari Kandang Sederhana di Buleleng, Ketut Sukata Hasilkan Sapi Jumbo Langganan Presiden
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Di balik kandang sederhana miliknya di Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Ketut Sukata berhasil mencetak sapi-sapi jumbo langganan presiden. Tahun ini, salah satu sapi peliharaannya kembali terpilih sebagai hewan kurban Presiden RI dengan bobot mencapai 868 kilogram.
Sukata mengaku memelihara sapi bukan sekadar pekerjaan, melainkan hobi yang sudah dijalani sejak kecil. Karena itu, ia tak pernah menargetkan sapinya harus dibeli presiden.
"Dari kecil saya sudah biasa pelihara sapi karena bapak saya juga petani sekaligus peternak," ujar Sukata saat ditemui di kandangnya, Kamis (14/5/2026).
Baca juga: Nekat Rusak Properti Hingga Ancam Aniaya Warlok di Buleleng, WNA Kanada Diamankan Imigrasi
Kandang milik Sukata terlihat sederhana, bahkan tak jauh berbeda dengan kandang milik warga kebanyakan. Namun dari kandang inilah lahir sapi-sapi jumbo bernilai ratusan juta rupiah.
Saat ini terdapat empat ekor sapi di kandangnya. Salah satunya baru saja terjual Rp162,4 juta setelah dibeli untuk kedua kalinya sebagai sapi kurban Presiden RI, Prabowo Subianto.
Baca juga: GOTONG Royong Garap Tiang Pilon dan Abutmen, Progres Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Nusamara
Sementara tiga sapi lainnya belum dijual karena dianggap belum cukup umur. Salah satu sapi berusia dua tahun bahkan sudah memiliki bobot mencapai 498 kilogram.
Sedangkan dua sapi lainnya yang masih berusia di bawah setahun belum pernah ditimbang. Meski begitu, Sukata memperkirakan bobotnya sudah mendekati 100 kilogram.
Menurut Sukata, bibit sapi Bali berkualitas unggul kini semakin sulit ditemukan. Kondisi itu membuat jumlah peternak yang serius membudidayakan sapi Bali, khususnya sapi Buleleng, semakin sedikit. "Di desa saya saja, cuma saya yang masih telaten memelihara sapi sampai sebesar ini," katanya.
Ia menjelaskan, sapi jumbo miliknya dibeli saat masih berusia enam bulan dengan bobot belum mencapai 100 kilogram. Ketika itu, ia membelinya seharga Rp11 juta. Setelah hampir empat tahun dipelihara, bobot sapi tersebut kini menembus 868 kilogram.
Menariknya, pria 59 tahun itu mengaku tidak memberikan perlakuan khusus dalam perawatan sehari-hari. Pakan utama sapi hanya berupa rumput dan tambahan dedak sekitar 3 hingga 4 kilogram per hari.
"Makanan pokoknya rumput. Selain itu saya beri dedak dan tambahan air. Tidak ada treatment khusus lainnya," jelasnya.
Menurutnya, faktor terpenting untuk menghasilkan sapi berbobot besar terletak pada pemilihan bibit sejak awal. Peternak harus pandai memilih bibit, terutama yang memiliki postur tubuh tinggi dan tulang besar. Setelah itu baru soal pemeliharaan.
Dalam perawatan harian, sapi rutin dikeluarkan dari kandang setiap pagi dan dimandikan. Hal itu dilakukan untuk menjaga kekuatan kaki sapi agar mampu menopang bobot tubuhnya dan terhindar dari cedera. "Kalau sapi cedera, harganya bisa turun," katanya.
Ia juga mengaku kini sudah jarang memberikan vitamin. Vitamin hanya diberikan ketika nafsu makan sapi menurun.
Sukata mengaku bangga karena sapi peliharaannya kembali dipercaya menjadi sapi kurban presiden. Sebelumnya, sapi miliknya juga pernah dibeli Presiden RI ke-7, Joko Widodo, dengan bobot 632 kilogram.
| Atlet Karate Buleleng Raih Emas Kejurnas, Siap Bela Indonesia di AKF 2026 |
|
|---|
| MODAL Rp11 Juta, Sapi Peliharaan Ketut Sukata di Buleleng Dibeli Presiden Senilai Rp162,4 Juta |
|
|---|
| Jro Putu Kaget Temukan Mayat Buruh Asal Karangasem di Saluran Irigasi Buleleng |
|
|---|
| Penerima Bansos Tak Layak di Buleleng Bali Bakal Dicoret, 103 Ribu KK Diverifikasi Ulang |
|
|---|
| Luh Djelantik Bagikan 1.000 Pasang ke Siswa Buleleng Bali, Tak Ragu Gunakan Gaji dan Tunjangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketut-Sukata-saat-ditemui-di-kandang-sapi-sederhana-miliknya.jpg)