Berita Buleleng
Teror Gigitan Anjing Liar Buat Resah Warga Banyuning Buleleng Bali, Belasan Orang Jadi Korban
Pada hari Senin 27 April 2026 pagi, pihak dinas kembali menerima laporan gigitan anjing dari wilayah Kelurahan Banyuning.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Warga di Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, dibuat resah akan teror gigitan anjing liar.
Ini karena sudah ada belasan warga yang menjadi korban.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan peristiwa gigitan ini terjadi pada Jumat 24 April 2026 malam. Total ada 18 warga yang menjadi korban gigitan.
"Korbannya mulai dari anak-anak hingga dewasa. Rata-rata korban digigit pada bagian kaki," ucapnya, Senin 27 April 2026.
Baca juga: ADA 2 Anjing Positif! Vaksinasi Rabies di Denpasar Capai 17.981 Ekor
Kasus gigitan ini tidak terpusat pada satu lokasi, melainkan di beberapa titik. Namun demikian, para korban sudah dilarikan ke Puskesmas hingga rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis hingga vaksin anti rabies (VAR).
Informasi salah satu korban, anjing yang mengamuk ciri-cirinya merupakan anjing mix berukuran sedang warna putih, dengan rambut di ekor sedikit lebih panjang.
Pihak dinas pun segera turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran. Sayangnya anjing tersebut belum ditemukan.
Tak sampai situ saja. Pada hari Senin 27 April 2026 pagi, pihak dinas kembali menerima laporan gigitan anjing dari wilayah Kelurahan Banyuning.
Kali ini korbannya merupakan anak laki-laki berusia 11 tahun, mengalami luka pada kaki kiri.
Informasi ini segera ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian bersama aparat kelurahan.
Kata Melandrat, ciri-ciri anjing yang menggigit pada kejadian kedua berbeda dengan kejadian pertama.
Sebab pada kejadian kedua, anjing yang menggigit berwarna hitam.
"Saat ini sampel otak anjing sudah diambil untuk dibawa ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar," imbuhnya.
Sementara Kasi Pemerintahan Kelurahan Banyuning, Putu Novi Mahendra, mengatakan kasus gigitan yang menimpa anak 11 tahun terjadi pada Minggu 26 April 2026, sekitar pukul 14.00 Wita.
Lokasinya di kawasan perumahan BTN Grahadi Teras, Kelurahan Banyuning.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pihak-dinas-bersama-Tisira-Banyuning-saat-melakukan-vaksinasi-terhadap-hewan-penular-rabies.jpg)