Jaga Identitas Bali, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Gelar Workshop Lagu Daerah.
Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar workshop Lagu Daerah Bali di Art Centre
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar workshop Lagu Daerah Bali di Art Centre, Taman Budaya Provinsi Bali, Panjer, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Rabu (11/3/2020).
Kegiatan kriyaloka diikuti perwakilan peserta Pesta Kesenian Bali dari setiap kabupaten dan kota madya di Provinsi Bali.
Tokoh Pencipta Lagu Daerah Bali, I Gusti Putu Rakadhanu mengatakan Lagu Daerah Bali / Pop Bali akhir-akhir ini sangat maju jika dibandingkan dari sejak awal tahun 1960.
Lomba cipta lagu Bali diawal pemerintahan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida. Bagus Mantra tahun 1978, melalui Pesta Kesenian Bali .
• Dukcapil Denpasar Gelar Pelayanan Langsung Jadi di Seluruh Kecamatan
• Masih Muda Sudah Pelupa? Jangan-jangan Gejala Otak Anda Rusak
• Kapolres Karangasem Pimpin Sertijab
Sejak saat itu, musisi-musisi Bali mulai mendapat perhatian ditingkat nasional terutama dalam teknik penggabungan musik tradisional/pentatonik dengan musik modern/diatonis, menciptakan kolaborasi yang indah dan nikmat.
"Kita sebagai masyarakat Bali sangat bangga dan berterimakasih kepada mantan Gubernur Bali Prof. Dr. Ida.Bagus Mantra (almarhum) pencetus Ide brilian dan dilaksanakan secara konsisten selama menjabat sebagai Gubernur Bali," katanya.
"Saya pun sangat salut terhadap penerus -penerus beliau yang kosisten melestarikan PKB hingga kini sudah terlaksana XLII tahun 2020, astungkara," imbuhnya.
Hak itu menandakan perkembangan Lagu Dearah Bali khususnya, adat, seni, budaya dan kearifan lokal, pasti akan tetap ajeg dan lestari.
"Melihat geliat remaja pada waktu 1969/1970 seakan-akan ingin sesuatu yang lain, ingin irama musik yang lain, ingin mencetuskan gelora hatinya dan muncullah lagu-lagu irama mandarin berbahasa Bali, lagu Sunda berbahasa Bali, lagu Jawa berbahasa Bali, lagu barat berbahasa Bali dan seturusnya. Lagu-lagu tersebut lebih dikenal istilah lagu komersil karena cukup laris manis, kemudian muncullah ide Lomba Cipta Lagu Bali," paparnya.
Kemudian, lagu-lagu yang menang dijadikan lagu wajib dan lagu pilihan pada Pesta Kesenian Bali.
Kriteria lomba diwajibkan notasinya laras pelog/selendro, sesuai dengan laras gamelan Bali, agar identitas Bali tetap terjaga/tidak punah.
Adapun tema PKB tahun 2020 adalah '"Atma Kerthi" Penyucian Jiwa Paripuna.
"Tema tersebut adalah urutan pertama dari Sad Kertih Loka Bali," ucapnya.
Kepala Disnas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan Adnyana mengatakan Tema yang diusung adalah mengenai optimisme, jadi diharapkan lomba cipta lagu daerah Bali ini dapat memberikan nuansa lagu yang menyemangati persatuan bangsa, perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa
"Harapannya lagu Bali berada di titik itu, sehingga masyarakat tidak hanya terhibur tapi juga termotivasi untuk sama-sama menguatkan kebudayaan lewat lagu daerah," jelas pria yang akrab disapa Kun itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/workshop-lagu-daerah-bali-untuk-memeriahkan-pesta-kesenian-bali.jpg)