Corona di Indonesia
Setelah Masker dan Hand Sanitizer, Termoscanner Juga Ludes di Kota Denpasar
Selain masker dan handsanitizer keberadaan termoscanner juga mulai langka khususnya di Kota Denpasar, Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain masker dan handsanitizer keberadaan termoscanner juga mulai langka khususnya di Kota Denpasar, Bali.
Sejak adanya kasus positif Covid-19 di Bali, keberadaan termoscanner juga diburu oleh beberapa Instansi.
Setelah Tribun Bali melakukan survey ke berbagai Toko yang menjual peralatan medis di Kota Denpasar didapatkan termoscanner sudah habis terjual.
Seperti disalah satu toko peralatan medis yang berada di Jalan Teuku Umar.
• Bagaimana Sembuh dari Virus Corona? Ini Kisah Orang-orang yang Berhasil Sembuh
• Akibat Wabah Corona, Berikut Negara-negara yang Lakukan Lockdown
• Ini 8 Orang yang Memiliki IQ Melebihi Albert Einstein
Toko peralatan medis tersebut sudah kehabisan termoscanner sejak sebulan yang lalu.
"Diperkirakan stok termoscanner akan ada lagi di bulan April atau Mei, karena termoscanner tersebut diimpor dari China, Korea Selatan dan Italia. Terakhir datang sebanyak 20, langsung habis terjual. Harga terakhirnya Rp. 1.100.000,-" ungkap, salah satu marketing di Toko peralatan medis di Jalan Teuku Umar, Jumat (13/3/2020).
Kondisi yang sama juga dialami oleh, salah satu toko peralatan medis yang berada di Jalan Pulau Buton, Denpasar Barat.
Salah satu karyawan toko tersebut mengatakan sudah kehabisan termoscanner sejak kemarin.
Dan belum tahu pasti kapan akan tersedia kembali.
Sedangkan harga termoscanner yang dijual terakhir sebesar Rp. 900.000,-.
Lalu karyawan di salah satu Toko peralatan medis yang berada di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat juga mengatakan termoscanner sudah habis sejak seminggu yang lalu.
"Terakhir kami jual dengan harga Rp. 900.000,- dan sudah habis sejak minggu lalu. Kebanyakan yang membeli termoscanner pihak instansi. Kami sendiri tidak tahu kapan termoscanner akan tersedia lagi," kata, Eka, Karyawan di salah satu toko kesehatan di Jalan Diponegoro.
Sebelumnya, Direktur Utama RSUP Sanglah, dr Wayan Sudana mengatakan, pihaknya masih menyiapkan termoscanner yang lebih untuk memeriksa suhu tubuh seluruh pengunjung yang akan masuk ke RSUP Sanglah termasuk para tenaga medis.
Ia juga mengatakan, harga termoscanner juga ikut melonjak naik dari semula seharga Rp. 400.000 hingga Rp. 2.500.000 saat ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengecekan-suhu-tubuh-dengan-menggunakan-termoscanner-di-rsup-sanglah.jpg)