Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Ketua PHRI Badung Enggan Komentar Lockdown, Namun Akui Telah Ada Penurunan Okupansi

Bagi Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, yang urgent adalah terus sosialisasi ke masyarakat dan edukasi mengenai apa itu Corona

Tayang:
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya di Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejak mewabahnya virus Corona, dan menjadi ditetapkan menjadi wabah internasional banyak negara-negara di dunia lockdown sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Anggota Komisi IX DPR-RI asal daerah pemilih (Dapil) Bali, I Ketut Kariyasa, meminta hal serupa bisa diterapkan di Bali untuk sementara waktu.

Sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus Corona.

Hal ini ditanggapi diplomatis oleh Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya.

Soal Penanganan Covid-19 di Bali, Dewan Desak Pemprov Stop Wisman, Koster Anggap Belum Perlu Isolasi

Cegah Virus Corona di Lingkungan Kerja, XL Axiata Terapkan Aturan Ketat

Latihan Tertutup, Manajemen Bali United Utamakan Keselamatan Pemain dari Ancaman Virus Corona

“Kalau bicara masalah lockdown, tentu acuan kita adalah Indonesia. Hal ini harus dari berbagai pertimbangan matang dan pasti ada plus minusnya. Perlu koordinasi khusus ke Jakarta,” tegasnya kepada Tribun Bali, Jumat (13/3/2020).

Baginya, yang urgent adalah terus sosialisasi ke masyarakat dan edukasi mengenai apa itu Corona, dampak, dan pencegahannya.

Sehingga masyarakat lebih aware, dan tidak mudah termakan berita hoax yang membuat panik.

“Kemudian memperkuat benteng kita di pintu masuk, baik di airport, pelabuhan, terminal, dan sebagainya,” tegas Rai, sapaan akrabnya.

Dengan alat canggih, jangan sampai ada yang lolos dan menyebarkan virus ini lebih luas di Bali atau Indonesia.

Kembali berbicara mengenai lockdown, bagi Rai, harus dipikirkan secara matang, cermat, dan tidak asal ambil keputusan.

“Lockdown juga harus berdasarkan kesepakatan seluruh stakeholder, makanya Satgas yang dibentuk Sekda Bali, terdiri dari 5 kelompok. Diantaranya ada yang fokus di bidang kesehatan, keamanan, publikasi, dan banyak hal lainnya,” jelasnya.

Ia melihat peluang baik, karena adanya pasien positif Corona namun telah sembuh.

Sehingga ke depan berharap agar anti virusnya cepat ditemukan.

“Nah, kita harus share yang seperti ini, kabar baik. Kalau masalah lockdown, harus koordinasi dengan pusat tidak bisa sepihak,” tegasnya.

Walau demikian, ia setuju harus mengutamakan kesehatan masyarakat terlebih dahulu. Bukan ujung-ujungnya hanya uang dan pariwisata semata.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved