Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Upacara Terakhir Karya GM Sukawidana Dikupas Malam Ini di Jatijagat Kampung Puisi Denpasar

Buku kumpulan puisi penyair GM Sukawidana yang berjudul Upacara Terakhir diluncurkan di Jatijagat Kampung Puisi Sabtu (14/3/2020) pukul 19.00 Wita.

Tayang:
Dok Pribadi GM Sukawidana
GM Sukawidana dan buku puisinya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Buku kumpulan puisi penyair GM Sukawidana yang berjudul Upacara Terakhir diluncurkan di Jatijagat Kampung Puisi (JKP), Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Bali, Sabtu (14/3/2020) pukul 19.00 Wita.

Juga dilanjutkan dengan diskusi atau bedah buku oleh penyair Tan Lioe Ie dan budayawan Gde Hariwangsa alias Hartanto dan dipandu Wayan Jengki Sunarta.

Selain itu, acara dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Mira MM Astra, Imam Barker, Kardanis Mudawi Jaya, dan Laksmi Padma Kamala, serta musikalisasi puisi oleh Sanggar Cipta Budaya SMPN 1 Denpasar.

GM Sukawidana juga memaparkan proses kreatifnya ketika menulis dan menyiapkan "Upacara Terakhir" dan akan membacakan tiga puisi berjudul “Aku Menulis Puisi”, “Meme Janger”, dan “Upacara Terakhir” (duet bersama Elsye Suryawan).

Ramalan Zodiak Keuangan 14 Maret 2020, Pisces Akan Mendapatkan Dukungan, Keberuntungan Ada di Leo

Surat WHO untuk Jokowi, Minta Pemerintah Umumkan Darurat Nasional Virus Corona

Curhat Ingin Menikah, Siwon Super Junior Dijodohkan dengan Wanita Indonesia

Gusti Made (GM) Sukawidana adalah seorang penyair yang merasa bangga disebut sebagai gelandangan.

Selain penyair dia juga adalah guru senior di SMPN 1 Denpasar, pernah pula menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah.

Salah satu cucu maestro perupa I Gusti Nyoman Lempad ini mulai menekuni puisi tahun 1979.

"Saya mulai terjun ke dunia puisi tahun 1979," katanya.

Bersama penyair seangkatannya, dia digembleng oleh Umbu Landu Paranggi.

Ia juga salah seorang pendiri Sanggar Minum Kopi (1985 – 1995) dan Sanggar Cipta Budaya (SMPN 1 Denpasar).

Ketika mengasuh Sanggar Cipta Budaya, GM Sukawidana banyak melahirkan sastrawan dan penulis mumpuni, seperti Oka Rusmini, Sri Jayantini, Ika Permata Hati, Aan Almaidah, Candra Yowani, Dewa Putu Sahadewa.

"Buku Upacara Terakhir ini adalah kelanjutan dari serial buku upacara sebelumnya," katanya.

Dalam Upacara Terakhir semakin tampak kegelisahan dan keprihatinan GN Sukawidana terhadap tanah kelahirannya.

Ia adalah penyair yang sangat peduli pada perubahan yang terjadi di tanah kelahirannya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved