Corona di Indonesia
Waspada tapi Tidak Panik, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Berikan Tips Antisipasi Covid-19
Pada umumnya gejala awalnya, sama seperti flu biasa, lemas, suhu badan yang panas dan batuk kering. Hal tersebut yang membuat kita susah membedakan
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pasca bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Kota Denpasar khususnya melakukan berbagai upaya pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini, saat ditemui di Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah mengatakan, mengenai virus Covid-19 ini, gejalanya dari ringan hingga berat dan hampir sama seperti orang dengan sakit flu.
"Pada umumnya gejala awalnya, sama seperti flu biasa, lemas, suhu badan yang panas dan batuk kering. Hal tersebut yang membuat kita untuk susah membedakan secara klinis bagaimana gejalanya yang pasti kecuali jika dilakukan tes swab," ujar, dr Armini, Sabtu (14/3/2020).
• Soal Broadcast Unud Tarik Mahasiswa yang Studi di Luar Negeri Terkait Corona, Ini Kata Wakil Rektor
• Warga Dalung Temukan Orok, Polisi Masih Lakukan Penanganan
• Anggota DPRD Denpasar Ini Imbau Pemerintah Manfaatkan Momen Car Free Day untuk Edukasi Soal Corona
Sedangkan, dari segi klinis, kasus dalam pengawasan Virus Covid-19 ini dibagi menjadi empat yaitu orang dalam pengamatan, pasien dalam pengawasan, kasus suspect atau kemungkinan Virus Covid-19, dan confirm atau kasus yang sudah pasti positif Covid-19.
Dr. Armini menambahkan, sebenarnya orang dengan pengamatan dan pasien dalam pengawasan memiliki ciri-ciri yang sama yakni batuk, pilek dan panas namun jika seseorang tersebut merasakan gejala batuk, pilek dan panas disertai sesak maka akan digolongkan ke pasien dalam pengawasan.
Terlebih jika pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang positif Covid-19, serta berkunjung ke negara yang tertular.
• BREAKING NEWS - Warga Dalung Geger, Temukan Orok di Dekat SMP 2 Kuta Utara
• Virus Corona Merebak, ITB STIKOM Bali Pilih Lakukan e-Class Selama Tiga Minggu
• Gara-gara Minta Uang Study Tour, Remaja 13 Tahun Tewas Dicekik Ayahnya
Sedangkan untuk penularan Covid-19 bukan dari udara, melainkan menempel pada permukaan benda.
Pencegahan Virus Covid-19 sangat sederhana yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.
Sangat mudah dan dapat memberikan manfaat yang banyak, selain Virus Covid-19 pencegahan dengan mencuci tangan dapat juga mencegah bakteri jahat lainnya yang akan masuk ke dalam tubuh.
Sementara hingga saat ini belum ada bukti penularan Virus Covid-19 dari ibu hamil ke janinnya.
Sementara untuk vaksinasi Covid-19 juga belum tersedia.
World Health Organization (WHO) sendiri, sudah mengumumkan Virus Covid-19 merupakan kedaruratan kesehatan yang meresahkan dunia yang penularannya dari manusia ke manusia.
"Intinya, untuk mencegah virus tersebut masuk ke tubuh sangat sederhana dimulai dari menjaga kesehatan diri, cuci tangan sesering mungkin, serta menerapkan etika batuk," tambahnya.
"Maka dari itu kita harus menerapkan etika batuk yang baik dan benar, dengan cara menutup hidung dan mulut, sehingga tidak akan menular ke orang lain," imbuhnya
Ia juga mengimbau terhadap masyarakat agar tetap waspada tapi tidak panik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dr-luh-putu-sri-armini-saat-memberikan-kiat-kiat-antisipasi-virus-covid-19.jpg)