Longsor di Banjar Bangle Desa Bunutan Karangasem Tutup Badan Jalan, Hambat Aktivitas Warga
Meterial dan bebatuan besar tutup sebagian badan jalan. Akibatnya akses jalan dari Banjar Bangle ke Lean, Bunutan terhambat.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hujan lebat yang menguyur Karangasem, Senin (16/3/2020) malam, mengakibatkan longsor di Banjar Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang.
Meterial dan bebatuan besar tutup sebagian badan jalan. Akibatnya akses jalan dari Banjar Bangle ke Lean, Bunutan terhambat.
Kepala Dusun Bangle, Made Sukama menjelaskan, longsor terjadi skitar pukul 22.00 wita, Senin (16/3).
Tak ada korban saat kejadian mengingat tidak ada kendaraan yang melintas saat longsor.
• WHO Ingatkan Soal Standar Pemindahan Pasien dalam Pengawasan Corona, Hanya Boleh Karena Alasan Ini
• Pemprov Bali Tegaskan Internet Saat Nyepi Tetap Mati, Hanya Hidup di Beberapa Obyek Vital
• Diringkus Polisi, Anung Mengaku Konsumsi Narkoba Sejak SMA
Hanya saja akses jalan masyarakat tertutup. Sehingga jalan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan motor.
"Aktivitas warga sempat terhambat. Mengganggu perekonomian warga karena kendaraan roda 4 tak bisa melintas. Sekarang petugas BPBD sedang mengevakuasi material serta bebatuan yang menutup badan jalan,"ungkap Made Sukama, Rabu (18/3/2020).
Ditambahkan, longsor yang terjadi di Banjar Bangle disebabkaan hujan deras.
Sebelum kejadian hujan deras menguyuur Banjar Bangle dari pukul 17.00 hingga 22.00 wita.
Kemungkinan tanah labil, sehingga menyebabkan longsor. Tak ada kerugian materiil. Pihaknya berharap jalan utama bisa dibuka, serta dilalui.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi dari warga sekitar.
Rencananya evakuasi dilakukan, Selasa (17/3), memakai alat berat loader. Namun karena yang longsor berupa bebatuan akhirnya baru bisa dilakukan, Rabu (18/3) siang.
"Rencana kemarin dibersihkan dengan alat berat loader pakai ban seperti biasa. Tapi yang longsor bebatuan tidak bisa dilakukan. Hari ini (kemarin) alat berat sudah bergerak menuju lokasi,"ungkap IB Ketut Arimbawa.
Pejabat asal Singaraja ini menambahkan, menurut pemetaan BPBD, dari 78 Desa / Kelurahan di Karangasem, sekitar 50 desa brpotensi terjadi longsor saat hujan.
Desa yang berpotensi tersebar di delapan Kecamatan di Karangasem. Terbanyak di Kecamatan Rendang, Selat, Abang, Bebandem, Sidemen.
Daerah dinyatakan berpotensi longsor karena lokasi dekat dengan pegunungan. Seperti Duda Timur Kec. Selat, di Temukus Kecamatan Rendang, Bunutan Kecamatan Abang, dan Jungutan Kecamatan Bebandem, serta beberapa desa di Kecamatan Kubu yang dekat dengan Gunung & bebukitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/longsor-di-banjar-bangle-desa-bunutan-kecamatan-abang-rabu-183.jpg)