Siswa SMPN 1 Denpasar Belajar di Rumah Via Teleconference, Diberi Dua Mata Pelajaran Sehari
"Sehari kami hanya berikan dua mata pelajaran saja, biar tidak membebani siswa. Agar siswa juga bisa beristirahat," kata Kepala SMPN 1 Denpasar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sesuai surat edaran Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kota Denpasar, semua kegiatan pembelajaran di Kota Denpasar dilaksanakan di rumah masing-masing.
Menyikapi hal itu, SMPN 1 Denpasar juga menggelar pembelajaran di rumah masing-masing.
Di mana dalam sehari, pembelajaran hanya diberlakukan untuk dua mata pelajaran saja.
"Sehari kami hanya berikan dua mata pelajaran saja, biar tidak membebani siswa. Agar siswa juga bisa beristirahat," kata Kepala SMPN 1 Denpasar saat ditemui, Rabu (18/3/2020).
• Malaysia Lockdown Mulai Hari Ini, Singapura Kalang Kabut
• Warga Nusa Penida Borong Sembako, Khawatir Pelabuhan Ditutup Karena Pembatasan Aktivitas Warga
Dalam proses pembelajaran ini, pihaknya menerapkan berbagai metode sesuai dengan guru dan kemampuan atau fasilitas yang dimiliki siswa.
"Ada yang menggunakan google drive, teleconference, portofolio, google classroom, email, tergantung guru masing-masing. Juga tergantung kemampuan orang tua untuk mendukung daring ini," katanya.
Untuk proses pembelajaran di rumah dilakukan mulai pukul 08.30 - 11.00 Wita untuk mata pelajaran pertama dan pukul 13.00 - 15.30 Wita untuk mata pelajaran kedua.
"Ada 11 mapel sehingga kami batasi. Yang dibahas dengan daring yakni satu Kompetensi Dasar (KD). Kalau KD terlalu luas kami bahas indikatornya saja, sehingga siswa tidak terbebani," katanya.
Selain itu, pihaknya juga memutuskan untuk menunda pelaksanaan Ujian Sekolah (US) dan direncanakan dilaksanakan pada 2 April 2020 mendatang.
"Untuk US itu kami sudah siap, soal sudah tinggal pelaksanaan saja. Namun karena kondisi seperti ini kami putuskan untuk ditunda. Kalau dengan menggunakan portofolio kami sulit melakukan pengukuran nilai ujian," imbuhnya.
Karena untuk mengganti US dengan porotofolio ini perlu berbagai pertimbangan termasuk kesiapan guru.
Walaupun siswa belajar di rumah, namun setiap harinya ada 13 guru yang hadir ke sekolah melakukan piket sesuai jadwal yang dibuat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pembelajaran-via-video-teleconference-di-smpn-1-denpasar.jpg)