Breaking News:

Ana Liana, Pengusaha Tas yang Bagi-bagi Masker Secara Gratis di Tengah Kelangkaan

Ana membagi-bagikan masker gratis sejak 3 hari lalu. Ini tidak pertama kali dilakukannya. Sebelumnya ia melakukan saat erupsi Gunung Agung

TRIBUN BALI
Ana Liana, pengusaha tas di Denpasar membagikan masker secara gratis, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hati Ana Liana terketuk membantu warga di tengah terpaan wabah virus corona. Pengusaha tas di Denpasar ini enggan mencari untung meski punya banyak persediaan. Ia memilih bersolidaritas dengan membagikan masker secara gratis untuk masyarakat.

Ana sudah membagi-bagikan masker sejak tiga hari lalu. Pembagian masker gratis ini tidak pertama kali dilakukannya. Sebelumnya saat bencana erupsi Gunung Agung, ia juga melakukan hal yang sama untuk masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

"Dan pada waktu itu jika lembaga yang datang identitasnya jelas atau banjarnya jelas, mereka bisa dapat satu dus masker dari saya," ujar Ana, Kamis (19/3/2020).

Awalnya ia menyetok masker untuk kesiagaan jika Gunung Agung kembali erupsi. Namun pada awal tahun ini, ia mendengar orang-orang kesusahan mencari masker karena wabah virus corona.

Ana memutuskan mulai mengirimkan masker gratis ke negara episentrum corona di Wuhan, China. Lalu ia membagikan masker gratis di wilayah Bali dan Jabotabek. Saat ini Ana memprioritaskan untuk memberikan masker untuk tim medis.

"Masker yang sudah saya bagikan ke beberapa rumah sakit adalah masker N95, yang terdiri dari 1 dus masker N95 untuk RSCM Jakarta, dan 1 dus N95 serta 2000 pcs masker biasa untuk RSUP Sanglah," ujarnya.

Kamis kemarin merupakan hari terakhir pembagian masker gratis untuk masyarakat umum. Setelah pembagian masker dengan masyarakat umum, ia akan mengutamakan tim medis yang kontak langsung dengan pasien.

"Untuk pembagian masker hari ini (Kamis) merupakan hari terakhir. Pada hari pertama saya sudah bagikan 1000 masker, lalu di hari kedua 1000 masker untuk masyarakat umum dan 3000 masker untuk tim medis, serta terakhir di hari ini 2000 masker untuk semua lapisan masyarakat," imbuhnya.

Tim medis yang diutamakan adalah mereka yang bertugas di Bali seperti rumah sakit, klinik kecil, serta puskesmas. "Karena tim medis merupakan garis depan serta ujung tombak untuk mengatasi Covid-19," katanya.

"Siapa pun boleh mengambil masker ke mari, karena mereka yang datang kemari pasti memang membutuhkan masker dan sudah mencari kesemua tempat. Mereka yg datang kemari rata-rata memang yang benar-benar membutuhkan masker," tambahnya.

Sedangkan untuk pengambilan masker dibatasi setiap orangnya maksimal 2 pcs masker. Ana membantu berbekal ketulusan hati. Ia tak tega mencari untung di tengah pandemik global seperti saat ini.

Tak hanya itu, ibu dua anak ini juga rela memotong rambut panjangnya untuk disumbangkan kepada anak-anak penderita kanker. "Saya utamakan untuk menolong orang. Misi saya selalu siaga bencana, di mana pun orang yang memerlukan bantuan selama saya mampu untuk membantunya akan saya bantu," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved