Breaking News:

Corona di Indonesia

Cegah Penyebaran COVID-19, Pementasan Tari Kecak di Kawasan Pura Uluwatu Ditiadakan Hingga 30 Maret

Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu sejak tanggal 19 Maret kemarin menutup sementara pementasan Tari Kecak hingga tanggal 30 Maret

Tribun Bali/Noviana Windri
Suasana Pura Uluwatu sebelum pertunjukan Tari Kecak dimulai beberapa waktu lalu. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Mengikuti arahan surat edaran Gubernur Bali Nomor 7194 tertanggal 15 Maret 2020 dan surat edaran Bupati Badung Nomor 183 tertanggal 16 Maret 2020 mengenai panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran virus corona diseases 2019 (COVID-19).

Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu sejak tanggal 19 Maret kemarin menutup sementara pementasan Tari Kecak hingga tanggal 30 Maret mendatang atau pementasannya ditiadakan selama 10 hari.

“Karena sesuai arahan surat edaran Gubernur dan Bupati untuk menghindari kerumunan, maka pertunjukan Kecak akan ditutup sementara waktu. Jadi, baru mulai dibuka lagi pada 31 Maret mendatang. Sementara, akses objek wisata tetap kami buka untuk umum sambal menunggu situasi dan petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah,” jelas Manager Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana, Jumat (20/3/2020).

Dan hal ini sudah disampaikan kepada sejumlah agen travel dan guide yang biasa membawa wisatawan secara bergroup agar diinformasikan terlebih dahulu kepada wisatawan sebelum ke Kawasan Luar Pura Uluwatu sehingga tidak mengecewakan mereka yang ingin menonton pementasan tari kecak.

Petugas Kebersihan Rentan Kena Virus, Kadis LH Gianyar Minta Jaga Kebersihan Badan

Kritik Presiden AS Soal Wabah Corona, Trump: Dunia Bayar Mahal karena China Lamban Infokan Corona

Selain menutup sementara pementasan Tari Kecak, pengelola juga melakukan sejumlah langkah preventif yakni dengan menyediakan hand sanitizer di beberapa tempat, penjualan tiket, checking tiket, dan lokasi lain untuk pengunjung.

Dan juga disiapkan masker dan sarung tangan untuk staff dan bagi pengunjung yang betul-betul memerlukan. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan dua hari lalu di seluruh area objek Uluwatu.

Mengenai data jumlah kunjungan, Wayan Wijana menyampaikan tentu mengalami penurunan jika dibanding rata-rata kunjungan hari-hari biasanya (sebelum COVID-19 mewabah).

“Dari data yang ada, sampai tanggal 16 Maret 2020 jumlah kunjungan rata-rata per hari masih diangka 2.753 orang. Jumlah ini turun mencapai 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Dimana biasanya mencapai 3500 sampai 4000 orang per hari,” ungkapnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved