Sebanyak 33 Pelajar di Denpasar Lakukan Balapan Liar, Ini Tanggapan Kepala Disdikpora

Aksi balapan liar atau yang dikenal dengan trek-trekan kembali terjadi di jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Bali.

Sebanyak 33 Pelajar di Denpasar Lakukan Balapan Liar, Ini Tanggapan Kepala Disdikpora
Tribun Bali/Istimewa
Ilustrasi Balap liar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi balapan liar atau yang dikenal dengan trek-trekan kembali terjadi di jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar, Bali.

Sebanyak 33 orang berhasil terjaring Tim Gabungan Polresta Denpasar bersama dengan Satgas CTOC Polda Bali, Kamis (19/3/2020) kemarin.

Aksi ini dikatakan dilakukan pada pukul 03.00 Wita dini hari.

Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan mengatakan dari 33 yang tertangkap, hanya 10 orang yang remaja dan sisanya masih di bawah umur.

Semua yang terjaring disebut-sebut masih duduk di bangku SMP, SMA, dan mahasiswa serta ada juga yang sudah putus sekolah dan bekerja.

Selamatkan Peternak Babi, Ahli Virologi Unud Desak Pemprov Bali Umumkan Penyebab Kematian Babi

Perketat Pengecekan Suhu Tubuh, Manajemen Bandara Ngurah Rai Akan Datangkan 12 Thermal Scanner

Polisi China Minta Maaf Atas Hukuman yang Diberikan ke Dokter Li Wenliang, Publik Kecam Begini

Mereka semua terjaring razia setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah akan adanya balap liar tersebut.

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali KN Boy Jayawibawa mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar kabar tersebut.

“Nggak ada, belum masuk. Biasanya kalau ada yang seperti itu kepala sekolahnya melapor, tapi ini belum,” ujar Kadis Boy ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon oleh Tribun Bali Kamis (19/3/2020) malam.

Hal ini diperkirakan olehnya karena para siswa tengah dirumahkan atau melalukan proses pembelajaran secara online, oleh karena itu informasi berjalan lambat.

Sinyal Pembatalan Olimpiade Tokyo Menguat, Ada Siklus Kutukan 40 Tahun Sekali

Ogoh-Ogoh Hilang Dicuri, STT Eka Dharma Suwitra Rampungkan Proyek “Bandung Bondowoso” Selama 3 Hari

Terminal Mengwi Sepi, Perusahaan Otobus Hanya Siapkan Satu Kendaraan Setiap Hari

“Ini sekarang kan istilahnya sedang belajar di rumah, jadi mungkin itu yang menyebabkan informasi sampai dengan lambat. Kalau sekolah normal kan besoknya pasti ketahuan siapa saja yang tidak ada di sekolah,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan akan segera mengonfirmasi hal tersebut bersama dengan timnya.

“Besok (hari ini red) akan saya konfirmasi ke kepala sekolah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved