Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Akibat Pandemi Virus Corona, Achmad Mustofa Jalani Sidang Skripsi Lewat Video Call, Ini Kisahnya

ika umumnya sidang skripsi dilakukan di kampus dan bertatap langsung dengan dosen penguji, mahasiswa semester 8 Jurusan Pendidikan Olahraga Unesa ini

Tayang:
Dokumen Achmad Mustofa
Achmad Mustofa, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya saat mengikuti sidang skripsi online dari indekosnya di kawasan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/3/2020). 

"Saya tanya Ketua Lab bahwa sidang (skripsi) bisa online, menggunakan video call WhatsApp atau Zoom Room, saya pakai WhatsApp," ujar dia.

Pejabat Iran Sebut Tiap 10 Menit Virus Corona Membunuh Satu Orang di Negaranya

 Disanggupi dosen penguji

Mahasiswa berusia 22 tahun ini pun mengonfirmasi kembali kepada para dosen penguji bahwa sidang skripsi akan dilakukan via online.

Tiga dosen penguji menyanggupinya.

Sidang skripsi online itu dilakukan Mustofa dari kosnya, di kawasan Lidah Kulon, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis (19/3/2020) pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 10.50 WIB.

Ada tiga dosen penguji yang membedah karya tulis ilmiah Mustofa, yakni penguji 1 Heryanto Nur Muhammad, penguji 2 Dwi Lorry Juniarisca, dan penguji 3 Ali Maksum yang juga dosen pembimbing Mustofa.

Dalam sidang skripsi online itu, mahasiswa tingkat akhir Unesa itu mendapat beberapa pertanyaaan, saran hingga koreksi, atas skripsinya yang berjudul 'Kebiasaan Belajar dan Berlatih Siswa Kelas Olahraga SMP Negeri 1 Mantup Lamongan'.

Selama 50 menit sidang skripsi berlangsung, Mustofa dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana pendidikan.

"Alhamdulillah senang, Mas, plong sudah sidang skripsi," kata Mustofa.

Tapi di balik itu semua, sidang skripsi online ini menyimpan kesan tersendiri bagi Mustofa.

Dibantu 4 "kru", rak sepatu jadi meja, toples krupuk jadi kursi

Sebelum sidang skripsi online digelar, Mustofa bercerita bahwa dirinya dibantu empat orang "kru" untuk menyiapkan semua persiapan yang dibutuhkan.

Empat orang temannya itu, yakni Feri, Dani, Ibnu, dan Alif, menyiapkan semua properti yang dibutuhkan, seperti meja, kursi, lampu penerangan, hingga melakukan gladi kotor sebelum berhadapan dengan tiga dosen pengujinya.

Lantaran inde kos Mustofa hanya terdapat lemari, kasur dan kipas angin, ia pun terpaksa menggunakan rak sepatu dan disulap menjadi sebuah meja.

Adapun kursi yang dipakai Mustofa sebenarnya adalah sebuah toples krupuk.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved