Diduga Karena Dendam Lama, Dua Pria Asal Petang Terlibat Perkelahian, Korban Alami Luka Serius

Diduga Dendam Lama, Kedua Pria Asal Petang Terlibat Perkelahian, Korban Alami Luka Serius Akibat Tebasan Pedang

kolase tribun bali
Ilustrasi perkelahian 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus penganiayaan dengan cara menebas korbannya di Petang, Badung, Bali, diduga karena dendam lama.

Terkait hal tersebut pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang Tribun Bali terima di lapangan, kejadian itu terjadi pada Jumat (20/3/2020) pukul 17.00 Wita.

Dimana lokasi kejadian terjadi di sebelah lahan pabrik tahu Banjar Sekar Mukti, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Ramalan Shio 22 Maret 2020, Kambing Berhasil Menepati Komitmen, Ayam Akan Mendapatkan Banyak Tekanan

Lahir Minggu Paing Pahang, Menepati Janji, Begini Perjalanan Hidupnya

Ramalan Zodiak Cinta 22 Maret 2020, Cancer Perhatikan Pasanganmu, Libra Akan Merasa Sedikit Kesal

Pelaku penganiayaan bernama Arya Santosa alias Kuncir (31) dan korban penganiayaan bernama I Gusti Ngurah Diana Putra alias Ngurah Nano (37).

"Korban dianiaya oleh pelaku menggunakan pedang dan ditebas sebanyak 5 kali," ujar sumber, Sabtu (21/3/2020).

Menurut keterangan saksi Ketut Darsana (55), saat itu Ia mendengar ada keributan dari salah satu warga, bahwa anaknya yaitu Ngurah Nano sedang berkelahi dengan Arya Santosa.

Mendengar kabar tersebut, Ia pun bergegas ke lokasi kejadian untuk memastikan hal tersebut.

Setelah tiba di lokasi yang dimaksudkan, Ia melihat korban sudah dalam kondisi lebam pada bagian muka.

Selanjutnya saksi yang juga ayah korban langsung membawa Ngurah Nano pulang menggunakan sepeda motor.

Namun saat perjalanan pulang, tiba-tiba pelaku langsung mengejar korban dan menebas korban berkali-kali.

Ketut Darsana sempat menolong korban dengan menangkis hunusan pedang menggunakan batu balok, namun kuatnya hunusan yang dilayangkan pelaku membuat balok patah.

Korban yang tidak berdaya dan berlumuran darah, selanjutnya dibawa saksi ke Desa Samuan.

Mengingat kondisi korban yang berlumuran darah dan luka yang dialami cukup serius, korban lalu dibawa menuju RS Mangusada, Desa Kapal, Kabupaten Badung, Bali.

"Kabarnya pelaku dan korban ini sempat ada masalah namun tidak sampai berkelahi, mungkin karena dendam lama, akhirnya terjadi lagi," tambah sumber.

Dalam kasus ini, Kasubag Humas Polres Badung, Iptu I Ketut Gede Oka Bawa, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi Tribun Bali, Sabtu (21/3/2020).

Namun saat disinggung apakah keduanya merupakan salah satu ormas, Ia tidak mau menjawab terkait hal tersebut.

"Ya, benar kasus perkelahian tersebut. Korban sudah dalam penanganan medis di RSD Mangusada. Mengenai apakah ada kaitannya dengan ormas, itu kita tidak tahu. Yang jelas kasusnya masih diselidiki lebih lanjut," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved