Tak Ada Pawai Gara-gara Virus Corona, Ogoh-ogoh STT Satya Dharma Kerti Sabet Rp 10 Juta

Penilaian pada lomba ogoh-ogoh Nyepi, melihat sisi ide, gagasan, komposisi, kreativitas, dan ekspresi yang dibuat oleh para pemuda dan pemudi.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Bambang Wiyono
Dokumentasi Humas Pemkab Jembrana
Ogoh-ogoh buatan STT Satya Dharma Kerti, Banjar Cempaka Desa Pangyangan, Pekutatan terpilih jadi juara 1 peringatan Nyepi 2020 di Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Peniadaan pawai ogoh-ogoh untuk mengantisipasi poenyebaran virus corona, sudah diinstruksikan Bupati Jembrana, I Putu Artha.

Pawai ogoh-ogoh dalam rangka Haro Raya Nyepi yang seharusnya digelar di Catus Pata Jembrana saat malam Pangrupukan, Selasa (24/3/2020) besok, dibatalkan untuk meminimalkan penyebaran virus corona.

Meski begitu, tim penilai bersama Panitia Lomba Ogoh-ogoh Jembrana, tetap melakukan penilaian terhadap 15 ogoh-ogoh terbaik Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Jembrana.

Penilaian dilakukan sejak Jumat (20/3/2020), dimana tim langsung turun ke masing-masing STT di lima kecamatan.

Dari penilaian tersebut, Juara 1 disabet oleh STT Satya Dharma Kerti, Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, Pekutatan.

Ketua Panitia Lomba Ogoh-ogoh Jembrana, I Ketut Arya Tangkas mengatakan, ada lima pemenang dari 15 ogoh-ogoh yang sudah diseleksi panitia penilai.

Dari 15 itu diambil lima terbaik. Setiap kecamatan diwakili oleh tiga STT terbaik.

Hasilnya, juara 1 diraih oleh STT Satya Dharma Kerti.

"Dari penilaian kami, STT Satya Dharma Kerti menjadi yang terbaik untuk tahun 2020 ini," ucapnya, Minggu (22/3/2020).

Arya mengurai, juara 2 disabet STT Guna Widya, Banjar Adat Pancardawa Kelurahan Pendem, kemudian juara 3 STT Kembangsari Desa Banyubiru, juara 4 STT Dalem Sakti Desa Melaya dan juara 5 STT Eka Cita, Banjar Adat Menega Kelurahan Dauhwaru.

"Juara 1 mendapat hadiah Rp 10 juta, juara 2 Rp 8 juta, juara 3 Rp 6 juta, juara 4 dan 5 Rp 4 juta," jelasnya.

Arya menuturkan, penilaian dilakukan meski ada kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Penilaian dilakukan secara marathon dari Kecamatan Melaya sampai terakhir di Kecamatan Pekutatan.

Penilaian dengan mendatangi langsung ogoh-ogoh tersebut, dilaksanakan mulai pukul 09.30 Wita hingga pukul 17.30 Wita, Jumat lalu.

"Penilaian ini melihat dari sisi ide gagasan, komposisi, kreativitas, dan ekspresi ogoh-ogohnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved