Breaking News:

Corona di Indonesia

Lindungi Tenaga Medis, 100 Ribu APD Mulai Didistribusikan ke Berbagai Daerah di Pulau Jawa dan Bali

Kemudian, total 25.000 APD disalurkan untuk wilayah Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya pada Senin hari ini.

Istimewa
Beberapa petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan disinfektan di Wisma Atlet Kemayuoran, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah mulai menyalurkan 100 ribu alat pelindung diri ( APD) untuk para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali.

Kepala Pusat Data Infomasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menuturkan, sebanyak 40.000 APB sudah dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (22/3/2020) malam.

 "Menurut laporan yang diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sebanyak 40.000 unit APD telah disalurkan menuju Balai Kota DKI Jakarta dengan pengawalan dari Kodam Jaya," kata Agus melalui keterangan tertulis, Senin (23/3/2020).

Kemudian, total 25.000 APD disalurkan untuk wilayah Semarang, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya pada Senin hari ini.

Bak Antre Sembako, Ratusan Masyarakat Berebut 5300 Liter Disinfektan Gratis di Denpasar

Cerita Gelandang Prancis Soal Profesi Ibunya Jadi Perawat Pasien COVID-19: Lelah pada Fisik & Mental

Sebanyak 25.000 APD didistribusikan ke Jawa Barat, Bogor dan Banten. Sementara 10.000 APD lainnya disimpan sebagai cadangan.

Setelah sampai di daerah, APD tersebut akan diterima Gugus Tugas Daerah yaitu Komando Daerah Militer, yang selanjutnya akan didistribusikan sesuai skala prioritas.

"Setelah diterima Kodam, maka selanjutnya APD tersebut disalurkan menurut skala prioritas masing-masing," tuturnya.

Sebelumnya, beberapa rumah sakit yang menangani pasien terjangkit Covid-19 mengeluhkan kurangnya stok APD.

Berbagai lembaga pun mulai menggalang dana untuk membantu penambahan stok APD tenaga medis.

Tercatat pula terdapat tiga dokter yang meninggal dunia karena terpapar virus corona.

 Sejak saat itu, pemerintah diminta memperhatikan aspek keselamatan tenaga medis ketika menangani pasien Covid-19. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved