Kenapa Negara-negara Paling Bahagia Lebih Siap Menghadapi Covid-19 ?, Ini Alasannya

Negara-negara paling bahagia di dunia bisa jadi lebih mampu menangani krisis, seperti virus corona.

Gambar oleh Pexels dari Pixabay
Foto ilustrasi wanita yang sedang bahagia 

TRIBUN-BALI.COM - Virus Corona atau Covid-19 membuat sebagian masyarakat menjadi cemas.

Kecemasan mereka tidak hanya datang dari kesehatan tapi juga ekonomi.

Jika virus corona terus menyebar luas, maka kesehatan banyak orang terancam, selain itu per ekonomian juga menjadi tidak stabil.

Namun di tengah mewabahnya Covid-19 ini, negara-negara paling bahagia di dunia bisa jadi lebih mampu menangani krisis, seperti virus corona.

Ini 3 Hal yang Bisa di Lakukan Agar Tidak Bosan Saat Lakukan Work Form Home atau Karantina

Berasal Dari Tikus, Begini Gejala dan Penyebaran Hantavirus Yang Harus Diwaspadai

Ramalan Zodiak Keuangan 26 Maret 2020, Cancer Merasa Terbebani dengan Pekerjaan

Sebab, tingkat kepercayaan warga negara di beberapa negara tersebut lebih tinggi terhadap orang lain, menurut sebuah laporan.

World Happiness Report dari United Nations Sustainable Development Solutions Network menyatakan,

"Masyarakat dan negara-negara dengan tingkat kepercayaan sosial tinggi, lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam dan krisis ekonomi."

"Bekerjasama dan bukannya bersaing menjadi aturan hari ini, dan orang-orang senang saat mereka mau dan mampu saling membantu di saat dibutuhkan," demikian laporan tersebut.

Laporan yang diterbitkan Jumat lalu pada International Day of Happiness itu menganalisis data yang mencakup 156 negara, termasuk informasi yang dikumpulkan dalam jajak pendapat analitik perusahaan AS, Gallup.

Penelitian ini menemukan, kelima negara Nordik, Finlandia, Denmark, Norwegia, Swedia dan Islandia adalah negara dengan tingkat kepercayaan terbaik di dunia.

Dikatakan warga di masing-masing negara ini memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada orang lain dan pada institusi, seperti bisnis dan pemerintah.

Dalam krisis kesehatan dan ekonomi global, seiring merebaknya virus corona, tingkat kepercayaan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

Warga di lima negara itu mempercayai pemerintah untuk menerapkan kebijakan demi melindungi mereka dari dampak kesehatan dan ekonomi karena virus tersebut.

Mereka juga saling peduli dengan mematuhi pedoman seperti langkah-langkah social distancing dan isolasi diri untuk memperlambat penyebaran infeksi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved