Penurunan Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Capai 60 Persen
Namun, penumpang yang menyebrang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, mengalami penurunan hingga 60 persen.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Perayaan Hari Raya Nyepi tepat dirayakan Rabu (25/3/2020) kemarin.
Imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster, masyarakat Bali diminta untuk tetap di rumah saja hingga Kamis (26/3/2020).
Di sisi lain, Pelabuhan Gilimanuk, tetap dibuka dan mulai beroperasi sejak pagi hari tadi.
Namun, penumpang yang menyebrang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, mengalami penurunan hingga 60 persen.
• IDI Dukung Wacana Larangan Mudik Saat Lebaran Guna Cegah Penyebaran Virus Corona
• Ditengah Kecemasan Dunia, Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Virus Corona Akan Cepat Berakhir
• Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumah Bedeng Jembrana, Satgas Covid-19 Langsung Evakuasi
Manager Usaha PT. ASDP Gilimanuk-Ketapang, Windra Soelistiawan membenarkan penurunan penumpang tersebut.
60 persen penumpang itu turun memang menyusul dengan adanya proteksi baik di daerah asal dan di Bali sendiri.
Hal ini menyangkut kewaspadaan Covid 19 yang kini mewabah hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Bahkan, pihaknya, untuk mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran covid-19 di pelabuhan Gilimanuk pihaknya melakukan pemeriksaan suhu, penyemprotan pelabuhan dan kapal serta penyemprotan kepada penumpang.
"Spraying kami lakukan terhadap semua penumpang. Baik yang keluar dan masuk Bali," ucapnya, Kamis (26/3/2020).
Penyemprotan Antiseptik oleh Tim Kesehatan PT. ASDP Gilimanuk-Ketapang dilakukan baik di Gilimanuk ataupun di Ketapang.
Dan itu melibatkan setidaknya empat orang tenaga kesehatan untuk menekan penyebaran virus asal kota Wuhan Provinsi Hubei China tersebut.
"Ada empat tenaga medis yang kami Libatkan untuk spraying," bebernya. (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lalu-lintas-penyeberangan-di-pelabuhan-gilimanuk-beberapa-waktu-lalu.jpg)