Ditengah Kecemasan Dunia, Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Virus Corona Akan Cepat Berakhir

dia memperkirakan situasi serupa akan terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia yang terdampak corona.

Ditengah Kecemasan Dunia, Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Wabah Virus Corona Akan Cepat Berakhir
Thewuhanvirus.com
Update penyebaran virus corona 

TRIBUN-BALI.COM - Di tengah kabar mencemaskan mengenai wabah virus corona di berbagai negara, masih ada sejumlah kabar yang menenangkan hati kita.

Salah satunya adalah analisa seorang pemenang Nobel dan ahli biofisika Stanford, Michael Levitt yang memperkirakan peningkatan jumlah kematian terkait kasus Covid-19 akan terus berkurang dari hari ke hari.

 Levitt mulai mulai menganalisa jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia pada bulan Januari dan hitungannya dengan tepat menemukan bahwa China akan melalui wabah koronavirus terburuknya, jauh sebelum banyak pakar kesehatan memperkirakan.

Saat ini, dia memperkirakan situasi serupa akan terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia yang terdampak corona.

Ini 10 Saham BUMN yang Harganya Anjlok Cukup Dalam Sejak Penghujung Tahun 2019 Hingga Saat Ini

Perempuan Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumah Bedeng Jembrana, Satgas Covid-19 Langsung Evakuasi

Pintu Masuk-Keluar Bangli Dijaga Ketat Polisi dan Pecalang, Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Corona

 Jika sejumlah ahli epidemiologi memprediksi akan ada gangguan sosial besar-besaran dan berkepanjangan serta jutaan kematian, analisa Levitt justru berkebalikan dengan skenario mengerikan itu.

"Yang kita butuhkan saat ini adalah mengendalikan kepanikan. Dalam skala besar kita akan baik-baik saja," katanya, seperti dilansir dari LA Times.

Lalu, data apa yang dianalisa oleh Levitt dari kasus China? Pada 31 Januari, China mencatat 46 kasus kematian baru karena Covid-19 dan 42 kematian baru sehari sebelumnya.

Meski jumlah kematian meningkat setiap harinya, tetapi tren kenaikan itu perlahan mereda.

Dalam pandangannya, fakta bahwa kasus baru yang sedang diidentifikasi berjalan lebih lambat daripada jumlah kasus baru itu sendiri adalah tanda awal bahwa lintasan wabah telah bergeser.

 Levitt mengibaratkan wabah adalah mobil yang melaju di jalan raya terbuka.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved