Corona di Bali
Kadiskes Provinsi Bali Sebut Pernyataan Organisasi Profesi Tim Medis Hoax
Kadiskes Provinsi Bali Sebut Pernyataan Organisasi Profesi Tim Medis Hoax
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelumnya telah beredar pemberitan, tentang pernyataan bersama organisasi profesi tim medis yang menyatakan bahwa meminta terjaminnya alat pelindung diri atau APD yang sesuai untuk tenaga kesehatan.
Dan jika hal tersebut tidak terpenuhi maka anggota profesi tim medis untuk sementara tidak ikut melaksanakan perawatan penanganan pasien Covid-19.
Dengan adanya pernyataan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya angkat bicara.
dr Suarjaya mengatakan bahwa pernyataan tersebut hoax atau tidak benar adanya.
• Ini 6 Arti Mimpi Banjir, Sebuah Peringatan Hingga Pertanda Baik
• Isolasi Diri, Pemerintah Jelaskan Cara yang Sesuai untuk Tekan Angka Penyebaran Covid-19
• WHO Pilih Malaysia Jadi Negara Uji Coba Obat Covid-19 Terbaru, Ini Sebabnya
Terlebih Pemerintah Provinsi Bali sudah mendapatkan bantuan alat pelindung diri atau APD dari pusat sejumlah 4.000 unit dan bantuan APD tersebut sudah didistribusikan ke beberapa Rumah Sakit rujukan Covid-19.
"Pernyataan tersebut hoax, sudah dibantah tidak ada pernyataan seperti itu. Tenaga medis khususnya di Provinsi Bali siap bekerja. Saya sudah cek, tidak benar pernyataan itu," ujar, dr Suarjaya pada, Minggu (29/3/2020) saat dikonfirmasi via telepon.
Sementara kedatangan Pekerja Migran Indonesia yang akan pulang ke Bali pada pagi ini pukul 08.15 WITA akan dilakukan karantina lalu rapid tes langsung untuk semua tenaga kerja tersebut.
"Persiapan medisnya sudah siap. Nanti akan langsung dilakukan karantina dan rapid tes untuk semua tenaga kerja yang baru datang tersebut. Untuk jumlah pekerja migrannya saya belum dapat data pasti," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penanganan-virus-corona-tips-menghindari-virus-corona.jpg)