Kecemasan Saat Pandemi Covid-19 Dapat Timbulkan Stres dan Depresi, Begini Cara Mengatasinya
Gangguan kecemasan selalu didasarkan pada dua kata: “Bagaimana Jika”, yang diikuti dengan scenario terburuk yang bisa dibuat oleh otak
Namun, saat dilakukan pemeriksaan pendukung, seperti uji laboratorium, foto rontgen, hingga elektrokardiogram, tidak ditemukan kelainan apa pun di tubuh.
Tanda fisik itu biasanya juga disertai perubahan kondisi kejiwaan.
Selain perasaan cemas, khawatir, dan panik berlebih, terkadang juga muncul ketakutan pada kematian, khawatir kehilangan kontrol diri, atau takut tidak mendapat pertolongan saat sakit.
Gangguan kecemasan harus dikendalikan agar tidak menimbulkan stres dan depresi yang akhirnya menurunkan kekebalan tubuh.
Kita bisa mengurangi tekanan dan ketakutan dengan berlatih meditasi atau pun berdoa dan beribadah pribadi.
Cara lain adalah dengan menuliskan scenario terburuk yang mungkin terjadi pada kita, lalu membacanya secara rutin.
Membacanya lagi berulang-ulang bisa mengurangi rasa ketakutan itu dan membantu kita berpikir secara lebih rasional.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Gejala Kecemasan Selama Pandemi Covid-19", https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/28/185029020/waspadai-gejala-kecemasan-selama-pandemi-covid-19?page=all#page2.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-foto-wanita-yang-sedang-sedih-karena-stres.jpg)