Dekde Suguhkan Karya Lukisan Hingga Performance Art di Pameran Seni Rupa 'Binnary'

Mulai dari tanggal 13 Maret hingga 13 April 2020, Dekde bersama rekannya Budayana menghadirkan sebuah pameran seni rupa 'Binnary'.

Tribun Bali/Karsiani Putri
I Gede Jaya Putra atau yang biasa disapa Dekde berfoto didepan karya-karyanya yang dipamerkan di Galeri Bukuku 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- I Gede Jaya Putra atau yang biasa disapa Dekde merupakan perupa muda yang berasal dari Pulau Bali.

Dekde sendiri telah aktif melakukan pameran mulai dari tahun 2016.

Mulai dari pameran tunggal hingga pameran group pernah dilakukan oleh pria kelahiran 8 September 1988 ini.

Dan kali ini tepatnya mulai dari tanggal 13 Maret hingga 13 April 2020, Dekde bersama rekannya Budayana menghadirkan sebuah pameran seni rupa 'Binnary'.

Ramalan Zodiak Minggu Ini 30 Maret-4 April 2020: Aries Makmur, Asmara Lancar, Keuangan Menguntungkan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Bapenda Badung Dilengkapi Bilik Sterilisasi Swadaya

Resep Dan Cara Membuat Seblak Makaroni Pedas Gurih

Bertempat di Galeri Bukuku, Jalan Nangka Selatan No 29 A Denpasar, Bali, Pameran seni rupa ini dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat dengan berbagai usia.

Menariknya lagi, Pameran Seni Rupa ini disebut-sebut oleh Budayana dan Dekde sebagai ungkapan perasaan kegelisahan mereka terhadap Bali.

Dekde yang dijumpai Tribun Bali di Galeri Bukuku menyebutkan bahwa untuk pameran 'Binnary' ini, Ia menghadirkan total sebanyak 3 karya lukis, 1 instalasi dan 1 performance art yang telah ditampilkan spesial di opening Pameran tersebut.

"Karya-karya ini untuk pertama kalinya ditampilkan secara utuh di Bali karena sebelumnya sudah dipamerkan di Jakarta, Jogja dan ini baru pertama kali mereka ditampilkan di Bali," ucap Dekde.

Adapun konsep yang Ia usung dalam karya-karya yang telah dibuatnya sejak tahun 2015 ini yakni dirinya mengambil konsep Grahasta.

"Saya mempunyai banyak karya yang menggunakan figur-figur kepala motor tapi hanya ini yang project menikah dan Saya beri nama Manusia Modern," jelasnya.

Melalui seni karya Pawiwahan, Ia ingin mendekatkan pemahaman terhadap kepercayaan Hindu tentang Bhatara Semara-Ratih dengan tahapan Grahasta sebagai target pembacaannya.

Pernikahan sendiri merupakan sebuah karma yang harus dijalankan sebagaimana hubungan antara siang dan malam, langit dan bumi, hitam dan putih berikut dua pemikiran dan dua karakter yang berbeda namun mampu berkompromi hingga menjadi satu kesatuan.

"Setiap karya itu setidaknya mampu memberikan edukasi baik itu berupa pesan atau pun pertanyaan. Dan untuk karya ini pesannya adalah bagaimana persoalan kita dalam memahami Bali," tambahnya.

Jadi, bagi Tribunners yang ingin melihat dan menikmati langsung berbagai karya dari Dekde dan juga Budayana ini, Tribunners bisa langsung datang dan berkunjung ke Galeri Bukuku yang beralamat di Jalan Nangka Selatan 29 A Denpasar, Bali. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved