Serba Sebi

Saat Kajeng Kliwon Persembahkan Ini untuk Sang Kala Tiga Bhucari Agar Tak Diganggu

Hari raya Kajeng Kliwon dianggap keramat di Bali, diadakan setiap 15 hari sekali, ini arti dari Kajeng Kliwon

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi umat Hindu sembahyang 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setiap 15 hari sekali, umat Hindu merayakan hari raya Kajeng Kliwon.

Hari ini, Senin (30/3/2020) umat Hindu merayakan Kajeng Kliwon.

Merupakan hari raya berdasarkan pertemuan antara triwara terakhir yakni Kajeng dengan pancawara terakhir yakni Kliwon.

Hari raya ini dianggap keramat di Bali.

Tidak Ada Korban Jiwa Dalam Kebakaran Grand Inna Bali Beach, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Ronaldinho Kehilangan Keceriaannya Selama Mendekam di Penjara Paraguay

Rai Mantra Tinjau Lokasi Kebakaran Grand Inna Bali Beach, Pastikan Penanggulangan Aman Terkendali

Terkait Pancawara Kliwon, dalam Lontar Sundarigama disebutkan:

Nihan taya amanah, kunang ring panca terane, semadi Bhatara Siwa, sayogia wong anadaha tirtha gocara, ngaturaken wangi ring sanggar, muang luwuring paturon maneher menganing akna cita.

Wehana sasuguh ring natar umah, sanggar, ring dengen, dening sega kepel duang kepel dadi atanding, wehakna ada telung tanding, iwaknia bawang jae.

Kang sinambat ring natar, Sang Kala Bucari.

Ring sanggar Bhuta Bucari.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved