Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Salah Kaprah dalam Penyemprotan Disinfektan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Beri Penjelasan

Wiku mengatakan, disinfektan seharusnya hanya disemprotkan pada benda mati yang sering disentuh manusia, seperti tombol lift, mesin ATM atau Etalase

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Petugas di pintu masuk Pasar Badung menyemprot disinfektan kepada setiap pengunjung, Jumat (27/3/2020) 

TRIBUN-BALI.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penangan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat untuk memperhatian komposisi dan bahan dasar disinfektan saat melakukan penyemprotan di fasilitas publik.

Ia juga tidak menganjurkan penggunaan disinfektan secara berlebihan.

"Seperti fogging. Karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan," kata Wiku dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Wiku mengatakan, disinfektan seharusnya hanya disemprotkan pada benda mati yang sering disentuh manusia, seperti tombol lift, mesin ATM atau Etalase.

Beberapa Bule Diduga Alami Depresi di Kuta Utara Badung, Begini Penjelasan Camat

Peringati HFN 2020 Ditengah Covid-19, Film Warkop DKI Reborn Diputar Kembali di Aplikasi Klik Film

Mendagri Keluarkan SE soal Pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kepala Daerah Jadi Ketua

"Setelah menyemprotkan permukaan benda sebaiknya satu menit dilakukan pengelapan permukaan menggunakan sarung tangan," ungkapnya.

Wiku juga mengatakan, cairan disinfektan kurang efektif melindungi manusia dari Covid-19.

 Sebab disinfektan hanya ampuh menghilangkan mikroorganisme yang menempel pada benda-benda mati.

"Sifatnya hanya sementara. Disinfektan ini adalah senyawa kimia yang digunakan di dalam proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme, virus, bakteri pada objek permukaan benda mati," ujarnya.

Sedangkan menurut Wiku, penularan Covid-19 tidak hanya terjadi melalui benda mati tetapi juga antar manusia.

Diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah.

 Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menuturkan pemerintah sudah memeriksa lebih dari 6.500 spesimen terkait Covid-19

 Berdasarkan data pemerintah, terdapat 1.285 kasus Covid-19 per Minggu (29/3/2020) siang.

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 130 kasus dari total 1.155 kasus pada Sabtu (28/3/2020).

"Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 orang, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 (kasus)," kata Yurianto saat memberikan keterangan pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu.

Dari data itu, terdapat 64 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Terjadi penambahan sebanyak lima pasien yang sembuh dibanding data sebelumnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved