Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Begini Kronologis Lengkap Kontraktor Warga Gelogor Carik Terinfeksi Covid-19

Kepala Dusun Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan membeberkan kronologis ditemukannya kasus positif Covid-19 di wilayahnya

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dusun Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan, I Ketut Budiarta membeberkan kronologis ditemukannya kasus positif Covid-19 di wilayahnya.

Mulanya ia mendapat informasi pada tanggal 27 Maret 2020 setelah Hari Raya Ngepi.

"Ketua wilayah melaporkan kepada kami jam setengah 12 siang, 27 Maret 2020, setelah Nyepi," ujar dia kepada Tribun Bali di ruang kerjanya, Denpasar, Bali, Selasa (31/3/2020)

Bahwa disebutkan, warga pendatang yang mengontrak di wilayah tersebut terindikasi Covid-19 atas nama inisial MEP yang berprofesi sebagai kontraktor.

MEP tinggal satu rumah bersama istrinya yaitu MHW, 3 orang anak dan 2 Baby Sitter.

Digempur Virus Corona, Bisnis Pariwisata di Bali Kelabakan, Okupansi Hotel Anjlok, Mall Tutup

Masih Beraktivitas di Rumah, Adi Parwa: Semoga Corona Cepat Pulang Kampung

Polres Klungkung Semprot Disinfektan di Ruas Jalan Utama Kota Semarapura dengan Mobil Water Canon

"Istri, 3 anak, dan 2 baby sitter, sehat namun sementara ikut dikarantina di mess suaminya tersebut," bebernya

MEP sebelum tanggal 13 Maret 2020 sempat melakukan perjalanan dinas luar kota di lima daerah, diantaranya Jakarta dan Yogyakarta. 

Setibanya di Bali tanggal 13 Maret 2020 itu, yang bersangkutan  merasakan tubuhnya tidak enak dan langsung koordinasi ke fasilitas kesehatan rumah sakit.

"Tanggal 13 Maret itu sampai di Bali , tubuhnya tidak enak sehingga koordinasi ke RS , dokter di RS hanya mengindikasikan kecapekan belum ada indikasi ke arah corona, kemudian pulang lah dia ke rumah," tuturnya.

Setelah itu, MEP juga sempat memeriksakan diri ke rumah sakit lain, dokter juga mengatakan bahwa Ia hanya kecapekan dengan gejala batuk biasa.

Akan tetapi, MEP merasakan ada yang tidak biasa ditubuhnya, Ia merasakan sesak.

"Sempat ke RS lain juga, sampai di RS itu dokter mengatakan hanya kecapekan hanya batuk biasa,  tapi dia merasa dirinya ada sesak," ujarnya.

Kemudian pada 20 Maret 2020, Ia memutuskan untuk ke RS untuk konsultasi dengan dokter dan akhirnya dikarantina di RS tersebut.

"Saat itu, semua keluarga masih (di rumahnya) , tidak ada yang terindikasi, sehat," terangnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved