Corona di Bali
Ketua Satgas Covid-19: Rapid Test Terhadap Anggota DPRD Bali Atas Permintaan Adi Wiryatama
Ternyata, rapid test yang dilakukan kepada anggota dewan tersebut diminta oleh Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mendapatkan fasilitas rapid test guna mendeteksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Pelaksanaan rapid test itu dilakukan di Gedung DPRD Bali, Denpasar, Selasa (31/3/2020).
Ternyata, rapid test yang dilakukan kepada anggota dewan tersebut diminta oleh Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama.
"Rapid test yang dilakukan terhadap anggota DPRD Bali, itu adalah atas permintaan ketua DPRD," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat melakukan siaran pers melalui teleconference.
• Sidang Pengadilan Secara Online Perdana Dilaksanakan di PN Denpasar Berjalan Lancar
• Proyek Bangunan di Bibir Pantai Berawa Diberi Surat Peringatan,DPMPTSP Badung Sebut Belum Miliki IMB
• Harga Bumbu Dapur di Jembrana Melonjak, Ini Daftar Harganya
Permintaan rapid test itu diminta lantaran banyak anggota DPRD Bali dalam beberapa minggu terkahir banyak yang melakukan kunjungan ke luar daerah, termasuk ke Jakarta.
"Kita tahu DPRD karena tugasnya banyak melakukan kunjungan daerah karena terutama sekali ke Jakarta sehingga menjadi kelompok yang berisiko," tuturnya.
Permintaan ini, kata Dewa Indra sudah diusulkan oleh Adi Wiryatama sejak lama, namun pada waktu itu Pemprov Bali belum memiliki alat untuk melakukan rapid test.
Ketika alat rapid test datang, permohonan itu juga sempat ditunda karena pihaknya mengaku mengutamakan kelompok berisiko yang lainnya, seperti petugas dan paramedis yang menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit.
Selain itu juga diprioritaskan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik yang dikarantina maupun di bandara.
"Setelah itu kita lakukan, kemudian kita mendapatkan bantuan lagi alat rapid test dan tersedia dalam jumlah yang cukup maka permintaan DPRD baru bisa kami penuhi. Sebenernya sudah lama mereka minta," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.
Namun, sampai pelaksanaan teleconference Dewa Indra mengaku belum mendapatkan laporan apakah terdapat anggota DPRD Bali yang positif Covid-19.
"Mestinya sudah selesai, tapi belum ada laporan ke saya," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketua-satuan-tugas-satgas-penanggulangan-covid-19-yang-juga-sebagai.jpg)