Pemprov Bali Datangkan 8000 Pieces Alat Rapid Test dan 1000 APD untuk Tangani Pandemi Covid-19
Guna menangani pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengaku sudah mendatangkan sebanyak 8.000 pieces alat
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guna menangani pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengaku sudah mendatangkan sebanyak 8.000 pieces alat rapid test dan 1.000 Alat Pelindung Diri (APD).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, alat rapid test dan APD tersebut didatangkan pada Senin (30/3/2020) kemarin.
Dijelaskan olehnya, alat rapid test yang didatangkan akan digunakan pada kelompok masyarakat yang paling beresiko terjangkit Covid-19, meliputi tenaga medis dan petugas lain yang melakukan screening di bandara.
• Italia Perpanjang Masa Lockdown Covid-19 Sampai Paskah
• Neymar Beri Penjelasan Mengenai Foto Kumpul bersama Teman-temannya di Brasil
• Vaksinasi Rabies dengan Jemput Bola di Kota Denpasar Ditunda, Masyarakat Bisa Vaksinasi Mandiri
"Kepada mereka kita akan laksanakan rapid test untuk menyakinkan bahwa mereka sehat sehingga ada kepercayaan diri untuk melajutkan tugasnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali itu.
Tak hanya itu, rapid test juga akan dilakukan kepada petugas pengawasan (surveillance) yang melakukan contact tracing kepada yang suspect, pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif.
"Tentunya tim surveilans berhadapan dengan orang yang berisiko, maka kepada mereka kita juga prioritaskan untuk melakukan rapid test," tuturnya.
• Imbas Covid-19, Program Klungkung Menari Ditunda, Semarapura Festival Tahun Ini juga Ditiadakan
• Pemprov Bali Perpanjang Kebijakan Bekerja dan Belajar dari Rumah
Sementara untuk APD, didatangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan kepada tenaga medis.
Dewa Indra menilai, tenaga medis sudah bekerja keras dalam menangani PDP Covid-19 meskipun dilakukan dengan penuh risiko.
"Kepada mereka kita harus berikan apresiasi, kita berikan salam hormat kepada kepada kawan-kawan tenaga, medis paramedis, yang terus bekerja di rumah sakit dalam keadaan lelah dan dengan penuh risiko," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tes-virus-corona.jpg)