Corona di Bali
1 Orang Positif Corona, Mulai 31 Maret Kelurahan Panjer Isolasi Wilayah Pada Malam Hari
Walaupun pihaknya tahu ada satu warganya yang positif corona, namun pihaknya tak tahu di wilayah mana.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Setelah daerahnya dinyatakan zona merah virus Corona atau Covid-19 di Denpasar, Kelurahan Panjer berinisiatif melaksanakan karantina wilayah.
Di Kelurahan Panjer ini terdapat satu orang yang dinyatakan positif Covid-19.
Isolasi wilayah ini digelar selama empat jam yang dimulai pukul 20.00 – 24.00 Wita.
Dikonfirmasi Lurah Panjer, Made Suryanata, Rabu (1/4/2020) mengatakan isolasi wilayah ini dilakukan dengan melakukan sinergi dengan desa adat.
“Kami punya SOP Satgas Covid Kelurahan Panjer dan melakukan sinergi dengan desa adat. Kami baru tahu hari Minggu 29 Maret 2020 sekitar jam 2 baru tahu kalau di Panjer ada satu positif corona,” katanya.
Walaupun pihaknya tahu ada satu warganya yang positif corona, namun pihaknya tak tahu di wilayah mana.
Sehingga pihaknya pun melakukan antisipasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin di wilayahnya yang ditangani langsung oleh masing-masing kepala lingkungan.
“Disinfektan itu rutin kami lakukan dengan ditangani kepala lingkungan langsung,” katanya.
Dan sejalan dengan Surat Edaran walikota tentang pembatasan jam operasional toko dan warung yang harus tutup pukul 21.00 Wita, pihaknya pun menimpalinya dengan melakukan penutupan arus lalulintas menuju ke Panjer.
Untuk penutupan arus ini baru dimulai sejak Selasa (31/3/2020) kemarin malam.
“Kami barengi dengan penutupan selektif arus lalulintas di Kelurahan Panjer. Kami lakukan selama empat hari ke depan sampai hari Sabtu,” katanya.
Setelah dilaksanakan selama 4 hari, pihaknya pun akan melakukan evaluasi.
“Yang kemarin uji coba kami tutup tiga akses jalan,” katanya.
Tiga akses jalan yang ditutup tersebut yakni Jalan Waturenggong di selatan SMAN 2 Denpasar, perbatasan Renon yakni di pertigaan Jalan Tukad Yeh Aye-Tukad Citarum, dan di perbatasan Sidakarya yakni di pertigaan Jalan Tukad Pakerisan-Tukad Petanu.
Untuk penutupan tiga akses jalan ini pihaknya menerjunkan Jagabaya, Pecalang dan Linmas sebanyak 15 orang di mana satu titik dijaga 5 orang petugas.
Adapun alasan penerapan isolasi wilayah saat malam hari dikarenakan pihaknya tak mau meresahkan dan menghambat aktivitas masyarakat di sing hari.
“Dalam artian kami tidak mau meresahkan masyarakat karena aktivitas masyarakat sebagian besar di siang hari. Siang hari logikanya kan ada sinar, jadi penyebarannya minimal, kalau malam hari itu kan banyak karena istirahat ada kumpul-kumpul itu yang kami jaga,” katanya.
Hingga saat ini, di Kelurahan Panjer tercatat ada 8 Orang Dalam Pengawasan (ODP), 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan satu orang positif Covid-19.
Hari Kedua Isolasi Wilayah, Panjer Akan Tutup 8 Ruas Jalan
Pada pelaksanaan pertama, sebanyak tiga ruas jalan di kelurahan Panjer ditutup.
Dikonfirmasi Lurah Panjer, Made Suryanata, Rabu (1/4/2020) pagi mengatakan untuk pelaksanaan hari kedua malam nanti, penutupan akan diperluas menjadi 8 titik.
Delapan titik tersebut meliputi Jalan Waturenggong di selatan SMAN 2 Denpasar, perbatasan Renon yakni di pertigaan Jalan Tukad Yeh Aye-Tukad Citarum, dan di perbatasan Sidakarya yakni di pertigaan Jalan Tukad Pakerisan-Tukad Petanu, Jalan Tukad Barito – Citarum, Jalan Tukad Unda, Jalan Tukad Musi, Jalan Tukad Ijo Gading, serta Jalan Irawadi Selatan.
Untuk penjagaan, pihaknya akan mengerahkan pecalang di masing-masing banjar.
“Masing-masing banjar kami libatkan untuk menangani. Nanti penjaganya beragam, ada yang 10 orang per banjar,” katanya.
Suryanata menambahkan, jika ada warga yang melewati wilayahnya dengan tujuan ke desa tetangga, maka pihaknya akan mengalihkan ke jalan lain.
“Hanya yang benar-benar punya kepentingan kami izinkan lewat. Jika hanya melintas di wilayah kami, akan kami alihkan ke jalan lain,” katanya.
Namun sampai saat ini, untuk warga yang berkepentingan dan bisa masuk ke wilayahnya belum dilakukan pengecekan suhu.
“Untuk pengecekan suhu atau penyemprotan kami belum ada. Tapi sambil jalan kami upayakan bagi yang ingin masuk wilayah kami saat malam,” katanya.
Selain itu, untuk penutupan atau isolasi wilayah ini juga akan dibantu dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/panjer-pecalang.jpg)