Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Awas, Ini Bahaya Disinfektan Jika Disemprot Langsung ke Tubuh Manusia

Cairan disinfektan sejatinya digunakan pada permukaan benda mati seperti permukaan meja, handle pintu, pakaian setelah dipakai atau lantai.

Tayang:
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pengunjung memasuki bilik penyemprotan disinfektan di depan pintu masuk Pasar Badung, Denpasar, Sabtu (28/3/2020). Pemasangan bilik penyemprotan ini untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebagai upaya penanggulangan virus Corona (Covid-19) banyak pihak melakukan penyemprotan disinfektan.

Tapi, jika tidak memperhitungkan aspek pembuatan dan penggunaan yang tepat ,maka dapat membahayakan manusia.

Seperti kerap ditemukan pada titik pintu masuk sejumlah tempat, penyemprotan disinfektan ada yang disemprotkan secara manual ke tubuh manusia atau melalui bilik sterilisasi.

Otomatis ujung rambut hingga kaki akan terkena cairan tersebut.

Diduga Bunuh Diri, Seorang Wanita Ditemukan Tak Bernyawa Dibawah Jembatan Sangeh Badung

INFINITY8 BALI Berbagai di Tengah Pandemi Covid-19

Bukan Penangguhan, Pengemudi Ojol Hanya Diberi Diskon Cicilan Kendaraan

Dalam bilik sterilisasi orang masuk ke dalam sebuah kotak berukuran sekitar 1x1 meter di dalamnya terdapat disinfektan yang menyemprot.

Belum ada literatur pasti efektifitas pada manusia.

Menurut pendapat ahli farmasi, hal ini perlu penelitian lebih lanjut tentang efektifitas dan keamanan jika konsentrasi dan intensitas pemakaiannya tinggi.

Ketika penggunaan Disinfektan Chamber dilakukan, Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan juga perlu diterapkan agar jangan sampai cairan disinfektan kontak langsung dengan mata, kulit dan rambut.

“Bahaya kalau terkena mata dan kulit bisa menimbulkan iritasi, jika terhirup masuk ke pernapasan dapat merusak selaput paru-paru akibat pemaparan dalam jangka waktu lama,” jelas Dosen Farmasi Universitas Udayana Bali, Dewa Ayu Swastini kepada Tribun Bali, Rabu (1/4/2020)

Cairan disinfektan, pada umumnya mengandung salah satu bahan kimia seperti alkohol 70 persen, H2O2 (hidrogen peroksida) 3 persen, dan senyawa Klorin Natrium Hipoklorit konsentrasi 0,1 – 0,5 persen.

Itu sesuai anjuran WHO dan aman digunakan.

Namun, cairan ini harusnya tidak kontak langsung dengan tubuh kita

Cairan disinfektan sejatinya digunakan pada permukaan benda mati seperti permukaan meja, handle pintu, pakaian setelah dipakai atau lantai.

Konsentrasi kandungan tersebut sejatinya tidak bersifat toxic jika diterapkan pada obyek yang benar, namun apabila diterapkan pada tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama ada ancaman bahaya dibaliknya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved