Corona di Bali
Seorang Warga Berstatus PDP, Desa Selulung Kintamani Bangli Lakukan Karantina Wilayah
Kondisi tersebut sempat membuat aparat desa sekitar menerapkan tindakan tegas, dengan memberlakukan karantina di wilayah desa.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Seorang warga Denpasar disinyalir berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dikabarkan sempat pulang ke wilayah asalnya di asal Desa Selulung, Kintamani.
Kondisi tersebut sempat membuat aparat desa sekitar menerapkan tindakan tegas, dengan memberlakukan karantina di wilayah desa.
Diketahui warga yang menetap di Denpasar itu pulang ke tempat asalnya di wilayah Desa Selulung, Kintamani pada hari Senin (30/3/2020) sekitar pukul 19.00 wita.
Setibanya dirumah, pekerja pariwisata itu mengeluh demam dan agak sesak, hingga diantar keponakannya ke RSUP Sanglah untuk melakukan pemeriksaan.
• Akibat Pandemi Covid-19, Kunjungan Wisman ke Indonesia Bulan Februari Turun 30 persen
• Badung Tetap Gali Pendapatannya dari PHR, Imbau Restoran Layani Pelanggan dengan Sistem Take Away
Berdasarkan informasi dari RSUP Sanglah, diketahui bahwa yang bersangkutan berstatus PDP.
Tindak lanjut dari itu, aparat Desa Selulung sempat mengeluarkan surat perintah tugas pada Selasa (31/3/2020) kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 Desa Selulung, serta seluruh anggota linmas setempat.
Terdapat dua poin utama dalam surat tersebut, antara lain menjaga serta menutup akses keluar masuk desa, serta menjaga warga agar tetap berada di wilayah banjar masing-masing.
Adapun warga diizinkan keluar masuk lingkungan desa, hanya untuk keperluan sembako dan keperluan yang bersifat darurat.
Sementara itu, Kadiskes Bangli I Nengah Nadi ketika dikonfirmasi Rabu (1/4) membenarkan adanya informasi tersebut.
Ia mengatakan bahwa warga bersangkutan statusnya saat ini adalah PDP. Sedangkan untuk menentukan apakah positif dan tidak, Nadi menegaskan hal tersebut merupakan urusan Satgas Covid-19 Provinsi Bali.
“Saat ini yang bersangkutan telah diisolasi di RSUP (Sanglah),” ujarnya.
Menindaklanjuti adanya PDP, Nadi mengatakan pihak Dinkes Bangli juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) ke lapangan.
Tujuannya, lanjut Nadi, untuk mendapatkan informasi siapa saja warga yang sempat melakukan kontak, serta melakukan rapid test.
“Ada tiga orang yang menjalani rapid test, selurunya merupakan keluarga yang bersangkutan, karena ketika pulang ia belum sempat kemana-mana.
Berdasarkan hasil rapid test seluruhnya negative. Selain melakukan rapid test, kami juga melakukan upaya pemantauan yang dilakukan oleh bidan desa, penyuluhan ke masyarakat sekitar, serta koordinasi dengan survailan kota Denpasar untuk pemantauan di Denpasar,” ucap Nadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sejumlah-petugas-kesehatan-ketika-bersiap-melakukan-rapid-test.jpg)